KBRN, Bengkulu : Peternakan sapi rumahan milik Imam Syafi'i yang terletak di Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu menyisakan cerita untung rugi yang bisa diambil pelajaran peternak lain.
Usaha yang dimulai pada 1990-an, awalnya dari sebuah hobi yang suka beternak sekarang menjadi sumber uang sampingan. Peternakan ini, mulai dikenal berbagai kalangan masyarakat sekitar, yang tidak hanya beternak sapi, tetapi juga beternak ayam, itik, ikan, serta kelinci dan memelihara hewan lainnya seperti burung gagak.
"Saking hobinya, kucing dan ular saya pelihara," kata Imam sembari menunjukkan ular sebesar paha orang dewasa, Minggu (18/6/23).
Menurut Imam, beternak sapi ada untungnya ketika momen hari besar seperti Idul Adha dan tahun baru Pada hari biasa, pembelian sapi biasanya dilakukan untuk kegiatan acara arisan maupun pernikahan.
Di hari besar Idul Adha, Imam mampu menjual sapi hingga ratusan ekor dengan harga Rp17 juta hingga Rp23 juta per ekor untuk beratan 80 kilogram.
Kata dia, untungnya menjual sapi kurban adalah bisa membeli sapi dengan harga murah setelah Hari Raya Idul Adha dan menjualnya kembali dengan harga dua kali lipat bahkan lebih dari harga awal setelah satu tahun, itupun diluar penghasilan pokok sehari-hari.
Namun kebanyakan sapi yang dijualnya adalah hasil pembibitan sehingga keluh kesah selama beternak ibarat memanen buah durian. Kenapa demikian, sebab Imam pernah merasakan puluhan ekor sapi miliknya mati akibat tertular wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tahun 2021 lalu.
"Sampai sekarang pun saya belum balik modal. Tapi karena hobi itu tadi, jadi ya biasa saja, tidak ada istilah bosan beternak," kata Imam.
Sapi pertama yang diternakkan merupakan sapi indukan. Anak sapi dari indukan yang telah dewasa akan dijual disaat Hari Raya Idul Adha.
Kebersihan kandang, kesehatan sapi, pemberian pakan dan minum, serta pergerakan sapi adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan dan kualitas ternak sapi.
Dalam proses perawatan sapi tidak hanya tentang pemberian makan saja tetapi ada hal-hal lain yang harus diperhatikan, seperti kebersihan kandang dan ternak. Pembersihan kandang dilakukan sebanyak satu kali dalam sehari, disaat pagi yaitu mengumpulkan kotoran sapi, membersihkan bak makan dan menyirami lantai kandang.
Untuk menjaga kesehatan dan kebersihan, sapi juga dimandikan satu kali dalam sehari setiap paginya. Sapi di peternakan ini banyak menghabiskan waktu didalam kandang sehingga setiap makanan yang diberikan terjamin dan dalam proses penggemukan lebih intensif. Namun tak jarang dilepasliarkan di area peternakan untuk mendapat pasokan udara dan sinar matahari.
"Sesekali dikeluarkan dari kandang agar tidak stres yang dapat menyebabkan sapi malas makan dan pengurangan berat badan sapi," ujarnya.
Selain itu, pakan ternak untuk penggemukan sapi merupakan faktor yang penting untuk meningkatkan produksinya. Pakan yang baik adalah pakan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.
"Dalam perawatan sapi ini diberi makan berupa rumput, serta dedak. Pemberian pakan sapi dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari yaitu pagi, siang, serta malam," ungkapnya.
Pada masa wabah, dirinya rutin menggunakan obat-obatan tradisional atau vitamin untuk menjaga sapi tetap sehat dan terhindar dari penularan.
"Kami juga beruntung karena mendapat perhatian dan pembinaan dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu untuk menjaga sapi tetap sehat," demikian Imam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....