Tantangan Pasokan, UMKM Produk Susu Babe Nurbaiti Berinovasi
- 28 Agt 2025 13:28 WIB
- Bengkulu
KBRN Bengkulu : Usaha Kecil Menengah (UMKM) di bidang produk olahan susu terus berkembang pesat, menawarkan beragam inovasi rasa yang menarik minat konsumen. Salah satu UMKM yang berjuang di tengah tantangan pasokan adalah "Babe Nurbaiti" yang berlokasi di Bengkulu. Meskipun memiliki produk olahan susu yang beragam dan diminati, owner Nurbaiti menghadapi kendala signifikan, terutama terkait ketersediaan dan kualitas susu murni sebagai bahan baku utama.
Nurbaiti mengungkapkan bahwa selama ini, mereka mendapatkan pasokan susu murni dari peternak di Kabupaten Kepahiang. Volume pembelian mencapai 20 kilogram setiap kali, dan dalam seminggu bisa mencapai 40 kilogram. Susu murni ini diolah menjadi berbagai produk seperti Mozaa Milk (susu botol 1 liter dengan varian rasa), Moomi (susu botol kecil murni tanpa pemanis), yogurt jelly, susu jelly, kefir, dan iko gurt. Namun, Nurbaiti sering dihadapkan pada masalah kualitas, di mana berat jenis susu yang diterima sering kali tidak sesuai dengan standar yang dibutuhkan untuk menjaga kualitas produk olahan.
Berat jenis susu ideal menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah 1,027 gram/mililiter. Nurbaiti menjelaskan bahwa ia pernah menerima susu dengan berat jenis di bawah 1,025 gram/mililiter, yang membuat susu menjadi lebih encer dan memengaruhi cita rasa serta kekentalan produk akhirnya. Selain masalah kualitas, ketiadaan genset juga menjadi tantangan besar. Ketika listrik padam, mereka harus mengandalkan batu es di dalam kulkas untuk menjaga produk agar tidak rusak. Meskipun demikian, Nurbaiti terus berinovasi dan mencari solusi untuk memastikan produk olahan susunya tetap berkualitas tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....