Cocil Pengembang Pertanian Hidroponik

  • 29 Agt 2024 12:08 WIB
  •  Bengkulu
Video

KBRN, Bengkulu : Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Bengkulu sangat berdampak terhadap ekonomi, termasuk Rachmad Yudiartono, yang mana musisi ini kehilangan pekerjaan lantaran banyak café yang tepaksa tutup. Kondisi tersebut, memaksa Racmad akhirnya memilih menjadi petani, yang kini terbilang cukup sukses.

Kepada RRI, Rachmad Yudiartono atau yang kerap dipanggil Cocil saat ditemui tengah sibuk merapikan tanamannya yang menghijau di media tanam paralon yang sudah didesain sebegitu rupa.

Cocil, yang mulai menekuni budidaya pertanian dengan metode hidroponik, awal usahanya ini dari hobinya menyukai dan menanam tanaman, membuat ia tertarik untuk memulai bisnis baru di era pandemi . Belajar bertani hidroponik melalui jejaring media sosial dengan memulai bertani di pekarangan rumah sendiri dengan Modal awal usahanya, terbilang cukup besar mengeluarkan biaya .

Rachmad mulai membuat meja yang terbuat dari paralon sebanyak 400 lubang tanaman, kemudian rak yang menyerupai rumah dengan atap yang berbahan waring. Ia menanam 5 jenis sayuran Seperti kangkung, bayam, pakcoi, selada dan sawi pangsit, dan Target pasar pertama hanya kalangan teman terdekat.

Diakui, ia lebih memilih menanam menggunakan metode hidroponik, lantaran cocok dengan segala kondisi. Selain itu, sayuran yang dihasilkan pun juga lebih baik dan segar karena tidak menggunakan pupuk kimia sedikit pun.

Untuk tantangan bertani hidropinik ini sendiri, adalah masalah air, ditambah musim kemarau membuat air jadi susah diakses. Meskipun cocil memiliki alternatif untuk mengakali hal tersebut dengan membeli air di PDAM.

Kini usahanya cukup sukses, apalagi Sayuran hidroponik ini banyak digemari masyarakat karena sehat serta jenis sayuran yang ditanam, dan saat ini Sudah banyak warga yang mengantre membeli sayur-sayuran hasil budidayanya.

Untuk harga sayuran dijelaskan Cocil, dijual per kilogram, untuk sayur pakcoy dijual seharga 25.000/kg, dan selada seharga 30.000/kg., dan Walaupun dari bertani hidroponik, banyak cuan yang dihasilkan, Cocil saat ini masih tetap berkarya sebagai seorang musisi.

sedangkan untuk teknik marketing penjualan sendiri, menggunakan sosial media dan memanfaatkan dunia kerja di cafe, sehingga memudahkan untuk menyebarluaskan sayurannya.

selain itu, dengan basic sebagai musisi sering mengisi acara di café sehingga memanfaatkan untuk memasarkan sayur hidroponik ke sejumlah café-café

Kedepan, Cocil ingin mengembangkan usaha miliknya itu dan menjadi pengepul hasil sayuran hidroponik, sehingga harap dia semakin banyak petani yang menggunakan metode seperti ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....