Penurunan Pembeli Akibat Pengaruh Jual Beli Online di PTM

  • 15 Okt 2024 19:26 WIB
  •  Bengkulu
Video

KBRN, Bengkulu : Para pedagang Pasar Tradisional Modern ( PTM ) di Jl. K. Z. Abidin, Pasar Minggu, Kota Bengkulu menghadapi tantangan besar akibat maraknya jual beli online yang semakin digandrungi masyarakat. Banyak pembeli yang beralih dari pasar tradisional ke e-commerce untuk memenuhi kebutuhan mereka, mulai dari bahan pokok hingga produk fashion.

Sejumlah pedagang di PTM mengeluhkan bahwa penghasilan mereka menurun drastis sejak popularitas belanja online meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pembeli yang biasanya datang langsung ke pasarkini lebih memilih berbelanja melalui aplikasi, yang menawarkan promosi, diskon, dan kemudahan dalam pengantaran.

Emi salah seorang pedagang di PTM mengatakan, mengalami penurunan jumlah pembeli dari awal Covid-19 tahun 2020 sampai sekarang. Emi mengaku pernah dalam satu hari tidak mendapatkan pelanggan dikarenakan maraknya jual beli online pada saat ini.

"Sebenarnya mau bagaimana lagi namanya juga kemajuan zaman, kita yang sudah berumur juga menjadi faktornya. untuk sekarang yang bisa saya lakukan memperkecil pengeluaran, dan bertahan disini saja, terkadang yang beli hanya yang berlangganan saja, kalau ada rezeki allhamdulillah," ujar Emi Sabtu, (28/9/24).

Sementara itu, Karunia salah seorang mahasiswa yang suka berbelanja online mengatakan, dengan berbelanja online harga yang dijual lebih murah, dan mempermudah proses berbelanja. Ia mengakui jika berbelanja online kadang jauh lebih murah dibandingkan membeli barang secara langsung di toko atau gerai offline.

"Saya suka berbelanja online karena mudah di jangkau dan saya tidak perlu kemana-mana untuk membeli. Sekarang juga sudah lengkap kalo mau beli apa saja, karena sudah ada tersedia jadi ga perlu capek-capek lagi keluar habisin minyak motor untuk beli barang, dan juga tidak memakan tenaga. Dengan belanja online itu lebih gampang dan apa saja yang di mau sekarang sudah ada di online," Ujarnya.

Salah satu faktor yang membuat pedagang tradisional kesulitan bersaing adalah terbatasnya akses terhadap teknologi dan informasi. Tidak semua pedagang memiliki keterampilan atau pengetahuan untuk menggunakan platform digital.

Selain itu, harga yang ditawarkan di platform e-commerce sering kali lebih kompetitif karena banyaknya promosi dan subsidi yang diberikan oleh perusahaan besar, sehingga harga jual di platform online bisa semakin murah. Tetapi, seiring dengan kemudahan dan kenyamanan berbelanja melalui platform digital, pendapatan pedagang tradisional terus mengalami penurunan yang signifikan.

Untuk menghadapi situasi ini, beberapa pedagang mencoba berinovasi dengan menggunakan media sosial jual beli online lokal untuk menawarkan produk mereka. Namun, tidak semua pedagang yang berhasil menggunakan strategi ini dikarenakan tingkat keberhasilan yang bervariasi.

Para pedagang berharap adanya dukungan besar dari pemerintah, termasuk dalam hal subsidi dan kemudahan akses kredit agar mereka dapat lebih kompetitif di era digital ini. Meski tantangan semakin berat, banyak pedagang yang masih bertahan dan tetap berharap ada perubahan dalam berbelanja, serta masyarakat bisa berinteraksi dan melihat kualitas barang secara langsung dengan penjual. (Alifiah Selvitri / magang).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....