Mengenal Weight Faltering: Apa dan Bagaimana Mengatasinya?
- 25 Agt 2024 21:13 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu – Weight faltering adalah kondisi di mana kenaikan berat badan anak tidak sesuai dengan standar pertumbuhan yang diharapkan. Di Indonesia, standar ini dapat ditemukan dalam Buku KIA (Kartu Menuju Sehat), yang berfungsi untuk memantau pertumbuhan anak dari waktu ke waktu.
Apa Itu Weight Faltering?
Weight faltering terjadi ketika berat badan anak tidak mengalami kenaikan sesuai dengan patokan yang ditetapkan. Buku KIA menyediakan grafik untuk melacak Kenaikan Berat Badan Minimum (KBM) yang harus dipenuhi oleh anak.
Cara Memeriksa Kenaikan Berat Badan
Untuk memastikan apakah anak mengalami weight faltering, penting untuk menimbang dan mencatat berat badan anak secara rutin. Berikut adalah patokan KBM untuk anak perempuan dan laki-laki:
• Anak Perempuan:
o 0-1 bulan: naik 800 gram
o 1-2 bulan: naik 900 gram
o 2-3 bulan: naik 800 gram
o 3-4 bulan: naik 600 gram
o 4-5 bulan: naik 500 gram
o 5-6 bulan: naik 400 gram
o 7-24 bulan: minimal naik 200 gram per bulan
• Anak Laki-Laki:
o 0-1 bulan: naik 800 gram
o 1-2 bulan: naik 900 gram
o 2-3 bulan: naik 800 gram
o 3-4 bulan: naik 600 gram
o 4-5 bulan: naik 500 gram
o 5-6 bulan: naik 400 gram
o 6-24 bulan: minimal naik 200 gram per bulan
Mengisi Grafik KMS
Di Buku KIA, grafik KMS (Kartu Menuju Sehat) digunakan untuk melacak pertumbuhan anak. Pastikan kolom-kolom diisi dengan benar, termasuk kenaikan berat badan. Jika kenaikan berat badan anak tidak sesuai dengan KBM, tandai dengan "T" untuk menunjukkan adanya weight faltering.
Dampak dan Penanganan Weight Faltering
Weight faltering dapat mengakibatkan pertumbuhan anak melandai dan berpotensi menyebabkan stunting jika tidak ditangani. Data Kemenkes Agustus 2022 menunjukkan lebih dari 2 juta anak mengalami weight faltering. Untuk mengatasi hal ini, disarankan memberikan makanan kaya protein hewani selama 14 hari guna memperbaiki pertumbuhan.
Tips Mencegah Weight Faltering:
1. Pantau berat badan anak secara rutin.
2. Pastikan asupan gizi anak sesuai dengan kebutuhannya.
3. Gunakan Buku KIA dengan baik untuk melacak pertumbuhan anak.
Dengan perhatian dan tindakan yang tepat, kita dapat membantu anak tumbuh sehat dan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....