Alasan Tersembunyi di Balik Evolusi Aneh Sejumlah Burung Tidak Bisa Terbang

  • 07 Okt 2026 06:48 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kemampuan terbang merupakan salah satu keunggulan adaptif utama yang membedakan kelas burung dari kelompok vertebrata lainnya. Meskipun demikian, sejumlah spesies burung justru mengalami jalur evolusi yang menghilangkan kemampuan tersebut untuk bertahan hidup.

Proses evolusi hilangnya kemampuan terbang ini umumnya dipicu oleh ketersediaan habitat yang aman dan bebas dari predator darat. Pada wilayah terisolasi seperti pulau-pulau kecil, hilangnya ancaman pemangsa membuat fungsi sayap untuk melarikan diri tidak lagi menjadi kebutuhan mendesak.

Terbang merupakan aktivitas biologis yang sangat boros energi bagi fisiologi tubuh burung. Ketika tuntutan untuk menghindari pemangsa berkurang, seleksi alam mengarahkan penghematan energi tersebut menuju pembentukan jaringan tubuh lainnya.

Penghematan metabolisme tersebut memungkinkan burung mengalihkan pasokan nutrisi untuk memperbesar ukuran tubuh serta memperkuat struktur tulang kaki. Spesies seperti burung unta dan kasuari menunjukkan bagaimana kekuatan fisik darat menjadi modal utama pengganti fungsi sayap.

Secara anatomis, perubahan fenotipe ini ditandai dengan menyusutnya tulang dada datar tanpa taju lunas yang biasanya berfungsi sebagai tempat melekatnya otot penerbang. Selain itu, massa otot dada mengalami reduksi signifikan sementara struktur tulang belakang menjadi lebih solid.

Pada beberapa spesies perairan seperti penguin, sayap yang menyusut tidak hilang begitu saja melainkan bertransformasi menjadi organ dayung yang sangat efisien. Adaptasi morfologi tersebut memungkinkan mereka berenang dan menyelam di laut dalam guna mencari sumber makanan utama.

Penelitian genetika molekuler mengungkapkan bahwa mutasi pada wilayah DNA pengatur gen bertanggung jawab atas penghentian perkembangan otot serta tulang sayap. Perubahan regulasi genetik ini terjadi secara independen pada berbagai famili burung sepanjang sejarah geologis bumi.

Kehilangan kemampuan terbang terbukti memberikan keunggulan ekologis selama kondisi lingkungan tempat tinggal mereka berada dalam keadaan stabil. Namun, kelemahan adaptif ini membuat spesies burung darat sangat rentan terhadap kedatangan predator baru dan ancaman kepunahan akibat aktivitas manusia.

Sumber: Science Advances – Convergent regulatory evolution and loss of flight in paleognathous birds.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....