Belajar Mengatakan Tidak tanpa Merasa Bersalah

  • 06 Okt 2026 12:18 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Mengatakan TIDAK terkadang terasa sulit, terutama ketika kita takut mengecewakan atau membuat orang lain tidak nyaman. Padahal, menolak sebuah permintaan bukan berarti tidak peduli, tetapi bisa menjadi cara untuk menjaga batasan diri.

Kanal Pengetahuan Psikologi UGM melalui platform OPSI (Obrolan Psikologi) membahas kebiasaan sulit menolak yang dikenal sebagai people pleasing, yaitu kecenderungan mengutamakan kebutuhan orang lain demi mendapatkan persetujuan atau menjaga kenyamanan. Pembahasan tersebut disampaikan oleh Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc., dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memberikan waktu kepada diri sendiri sebelum menjawab permintaan orang lain. Jika belum yakin bisa membantu, kita dapat mengatakan, saya pikirkan dulu, ya, agar keputusan tidak dibuat hanya karena merasa tidak enak.

Selanjutnya, sampaikan penolakan dengan cara yang sopan dan jelas. Misalnya, ketika sedang memiliki banyak kegiatan, kita bisa mengatakan, “Maaf, kali ini saya belum bisa membantu karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.”

Menurut pembahasan OPSI di Kanal Pengetahuan Psikologi UGM, komunikasi asertif penting dilakukan ketika seseorang ingin menetapkan batasan. Menolak tidak harus dilakukan dengan kasar atau konfrontatif, karena kita tetap dapat menghargai orang lain sambil menyampaikan kondisi diri.

Belajar mengatakan tidak juga perlu dilakukan secara bertahap. Rasa bersalah mungkin masih muncul pada awalnya, tetapi menetapkan batasan bukan berarti menjadi orang yang egois, melainkan belajar memahami kemampuan, waktu, dan kebutuhan diri sendiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....