Kapan Harus Ganti Handuk? Jangan Tunggu Sampai Bau
- 02 Okt 2026 17:03 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Handuk menjadi salah satu perlengkapan yang digunakan setiap hari setelah mandi, tetapi masih banyak orang yang tidak mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mencuci atau menggantinya. Penggunaan handuk secara berulang dalam kondisi lembap dapat membuat kain menjadi tempat menumpuknya mikroorganisme, sehingga kebersihannya perlu mendapat perhatian.
Salah satu tanda handuk perlu segera dicuci adalah ketika mulai berbau apek meskipun secara kasatmata masih terlihat bersih. Penelitian berjudul “Analysis of Biofilm and Bacterial Communities in the Towel Environment with Daily Use” yang diterbitkan dalam Scientific Reports pada 2023 menemukan bahwa handuk yang digunakan setiap hari dapat mengalami pembentukan biofilm, sementara bau dan perubahan warna mulai terlihat setelah sekitar dua bulan penggunaan.
Selain bau, handuk yang sulit kering juga menjadi alasan untuk lebih sering mencucinya karena kelembapan dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian “Care Practices for Eliminating Microbial Content in Household Bath Towels” dalam African Journal of Applied Research menunjukkan bahwa metode pencucian dan pengeringan berpengaruh terhadap jumlah bakteri dan jamur pada handuk, dengan pengeringan di bawah sinar matahari memberikan penurunan kontaminasi yang lebih baik dibandingkan pengeringan di dalam ruangan.
Lalu, seberapa sering handuk sebaiknya dicuci? Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua kondisi, tetapi handuk yang digunakan setiap hari sebaiknya dicuci secara rutin dan tidak dibiarkan terlalu lama tanpa pencucian, terutama jika sering digunakan dalam kondisi lembap atau sulit benar-benar kering.
Kondisi kesehatan dan lingkungan penggunaan juga perlu diperhatikan, misalnya setelah seseorang mengalami penyakit kulit atau infeksi tertentu, handuk sebaiknya lebih sering dicuci dan tidak digunakan bersama orang lain. Penelitian “Bath Towel Bacterial Contamination and Hygiene Practices among Tertiary Students” yang diterbitkan dalam West African Journal of Applied Ecology pada 2024 menemukan adanya kontaminasi bakteri pada sebagian handuk yang diteliti, termasuk bakteri kelompok koliform dan Escherichia coli.
Sementara itu, mengganti handuk secara fisik menjadi penting ketika kain sudah sulit menyerap air, terasa kasar, rusak, atau tetap berbau setelah dicuci dengan benar. Penelitian dalam Scientific Reports juga menunjukkan bahwa penggunaan dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan komponen biofilm dan jumlah mikroorganisme pada struktur serat handuk.
Karena itu, jangan menjadikan tampilan handuk sebagai satu-satunya patokan kebersihan, sebab mikroorganisme tidak selalu terlihat oleh mata. Cuci handuk secara rutin, pastikan benar-benar kering setelah digunakan, jangan berbagi handuk pribadi, dan ganti dengan yang baru ketika kondisinya sudah tidak layak digunakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....