Mengenal Metode Sederhana Mengelola Sampah Organik Menjadi Kompos

  • 29 Sep 2026 23:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering sering dihasilkan dari kegiatan rumah tangga setiap hari. Apabila dibuang tanpa pengelolaan yang tepat, sampah tersebut dapat menimbulkan bau, menarik serangga, dan menambah beban tempat pembuangan akhir.

Dilansir dari laman dlh.cirebonkota.go.id, salah satu cara memanfaatkan sampah organik adalah mengolahnya menjadi kompos yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Pengomposan juga dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir apabila dilakukan secara konsisten.

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah memisahkan sampah organik dari plastik, logam, kaca, dan bahan lain yang tidak dapat terurai secara alami. Sisa sayuran, kulit buah, daun kering, dan potongan rumput dapat digunakan sebagai bahan kompos, sedangkan daging, minyak, serta makanan berlemak sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam kompos rumah tangga sederhana yang tidak dirancang untuk bahan tersebut.

Sampah organik sebaiknya dipotong menjadi bagian lebih kecil agar proses penguraian dapat berlangsung lebih cepat dan merata. Bahan basah seperti sisa sayuran dapat dicampur dengan bahan kering seperti daun kering atau potongan kardus tanpa lapisan plastik untuk membantu menjaga keseimbangan kelembapan.

Wadah pengomposan perlu memiliki ventilasi yang cukup agar mikroorganisme pengurai memperoleh oksigen selama proses berlangsung. Kelembapan juga perlu dijaga agar bahan tidak terlalu kering atau terlalu basah, sementara pengadukan secara berkala dapat membantu memperbaiki sirkulasi udara dan mengurangi bau yang tidak diinginkan.

Proses pengomposan membutuhkan waktu yang berbeda-beda, bergantung pada jenis bahan, ukuran potongan, kelembapan, suhu, dan pengelolaan wadah. Kompos yang telah matang umumnya berwarna lebih gelap, bertekstur remah, dan memiliki aroma seperti tanah, bukan bau busuk menyengat.

Kompos yang sudah matang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki struktur tanah di pot, kebun rumah, atau area tanaman hias sesuai kebutuhan tanaman. Dengan mengolah sampah organik secara teratur, masyarakat dapat mengurangi sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan bahan yang bermanfaat untuk kegiatan berkebun.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....