Apa Itu Sawit Tenera? Kenali Ciri dan Keunggulannya
- 29 Sep 2026 11:43 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kelapa sawit varietas Tenera merupakan hasil persilangan antara tipe Dura dan Pisifera. Tenera memiliki cangkang buah yang relatif tipis dan daging buah atau mesokarp yang lebih tebal.
Karakter tersebut membuat Tenera memiliki potensi menghasilkan minyak lebih tinggi dibandingkan tipe dengan cangkang lebih tebal. Bagi petani, mengenali karakter tanaman penting untuk menentukan bahan tanam dan mengelola kebun.
Riko, petani kelapa sawit asal Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, mengatakan Tenera dapat dikenali dari karakter buah dan cangkangnya. “Kalau dilihat dari buahnya, Tenera itu cangkangnya lebih tipis dan daging buahnya lebih tebal. Dari situ biasanya petani bisa membedakannya dengan jenis sawit lainnya.”
Menurut Riko, karakter tersebut menjadi salah satu alasan Tenera banyak dibudidayakan. Namun, hasil produksi tetap dipengaruhi oleh perawatan tanaman, kondisi lahan, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.
“Yang kami lihat sebagai petani, Tenera cukup bagus untuk dikembangkan karena buahnya banyak dan daging buahnya lebih tebal. Tapi hasilnya tetap tergantung bagaimana perawatannya,” kata Riko.
Mesokarp merupakan bagian buah kelapa sawit yang mengandung minyak sehingga ketebalannya berkaitan dengan potensi rendemen. Meski demikian, produktivitas tanaman tidak hanya ditentukan oleh varietas, tetapi juga kualitas bahan tanam, kondisi lahan, curah hujan, pemeliharaan, dan waktu panen.
Riko mengatakan pemilihan bibit merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan petani sebelum membangun kebun. Setelah ditanam, tanaman juga membutuhkan perawatan yang baik agar dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.
“Bibit memang penting, tetapi setelah ditanam perawatan juga harus diperhatikan. Pemupukan, membersihkan kebun, sampai waktu panen itu semuanya berpengaruh terhadap hasil,” ujarnya.
Penggunaan bahan tanam dengan asal-usul yang jelas juga penting dalam pengembangan kebun kelapa sawit. Riko mengingatkan petani agar tidak hanya mempertimbangkan harga ketika memilih bibit.
“Kalau mau menanam, sebaiknya petani memilih bibit unggul resmi dari balai benih. Jangan hanya melihat harga murah, karena tanaman ini akan dipelihara bertahun-tahun dan hasilnya juga bergantung dari kualitas bibit.”
Selain kualitas bibit, petani perlu menyesuaikan bahan tanam dengan kondisi lahan. “Petani perlu tahu jenis sawit yang ditanam, sesuaikan karakter bibit dengan kondisi lahan. Lahan gambut dan lahan mineral varietas yang ditanam tentu berbeda,” kata Riko.
Tenera memiliki potensi produksi yang baik, tetapi hasil kebun tetap bergantung pada pengelolaan secara menyeluruh. Kualitas bahan tanam, kondisi lahan, pemupukan, perawatan, pengendalian gangguan tanaman, dan waktu panen menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas kelapa sawit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....