Anak Sulit Fokus Belajar? Coba Teknik Belajar dalam Sesi Pendek
- 15 Sep 2026 12:22 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Anak yang mudah kehilangan konsentrasi saat belajar bukan selalu berarti tidak memiliki minat terhadap pelajaran. Tumpukan tugas, suasana belajar yang kurang mendukung, gangguan gawai, hingga materi yang terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat anak lebih mudah terdistraksi.
Profesor dan Associate Dean for Research pada School Psychology Program Lehigh University, George DePaul, PhD, menjelaskan bahwa pekerjaan atau kegiatan belajar dapat dipecah menjadi bagian-bagian pendek dan diselingi waktu istirahat untuk membantu mempertahankan fokus siswa. Pendekatan tersebut memungkinkan anak mengerjakan sebagian tugas terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya.
Orang tua dapat mencoba teknik sederhana dengan membagi waktu belajar menjadi beberapa sesi pendek, misalnya 20 hingga 25 menit belajar kemudian dilanjutkan istirahat selama lima menit. Durasi tersebut tidak harus diterapkan secara kaku karena kemampuan berkonsentrasi setiap anak berbeda dan waktu belajar dapat disesuaikan dengan usia serta kondisi anak.
Setelah satu sesi selesai, berikan jeda singkat agar anak dapat berdiri, minum, melakukan peregangan atau sekadar mengistirahatkan mata. Gloria Mark, PhD, profesor di University of California, Irvine, yang meneliti perhatian dan produktivitas, menjelaskan bahwa kemampuan mempertahankan perhatian berbeda pada setiap orang sehingga waktu istirahat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan tingkat energi masing-masing.
Selain membagi waktu, orang tua juga dapat memecah satu tugas besar menjadi beberapa target kecil. Misalnya, daripada meminta anak membaca satu bab sekaligus, targetnya dapat dibuat menjadi membaca beberapa halaman, mencatat tiga hal penting, kemudian menjelaskan kembali apa yang sudah dipahami.
Lingkungan belajar juga perlu diperhatikan agar sesi pendek tersebut benar-benar efektif. Kemendikdasmen pada 2026 bahkan menerbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan dan mendorong penerapan screen time, screen zone, dan screen break agar penggunaan teknologi lebih bijaksana dan mendukung proses belajar.
Yang tidak kalah penting, orang tua sebaiknya tidak langsung memarahi anak ketika konsentrasinya mudah terpecah. Dengan target kecil, waktu belajar yang realistis, jeda yang cukup dan lingkungan yang minim gangguan, anak dapat perlahan membangun kemampuan fokus sekaligus menemukan cara belajar yang paling sesuai dengan dirinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....