Warga Desa Tangguh Bencana Dilatih Selamatkan Kelompok Rentan saat Bencana
- 13 Sep 2026 13:47 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Warga Desa Tangguh Bencana Kota Bengkulu, terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui simulasi dan pelatihan. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada warga mengenai langkah penyelamatan saat terjadi bencana, terutama bagi kelompok rentan.
Yustina Destri, Warga Desa Tangguh Bencana Kelurahan Berkas Kota Bengkulu, mengatakan simulasi bencana membuat warga semakin memahami risiko dan tindakan yang harus dilakukan dalam kondisi darurat. Menurutnya, orang dewasa yang masih memiliki kemampuan fisik telah dilatih untuk membantu menyelamatkan lansia dan anak-anak terlebih dahulu.
Yustina menuturkan, pelatihan tersebut menekankan pentingnya menyelamatkan kelompok rentan sebelum warga melakukan tindakan lainnya. Ia mengingatkan agar proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan keselamatan setiap anggota keluarga.
“Setelah diadakan simulasi bencana, para orang dewasa yang masih kuat di dalam rumah itu rata-rata sudah memahami risiko bencana, jadi mereka sudah dilatih untuk menyelamatkan para lansia dan anak-anak terlebih dahulu,” ucap Yustina.
Selain melakukan evakuasi, warga juga diberikan pemahaman mengenai penyelamatan barang-barang penting setelah situasi dinyatakan aman. Dokumen penting dan barang yang masih dapat dibawa dapat diamankan ke lokasi yang lebih aman.
Yustina mengatakan warga tidak boleh mengutamakan penyelamatan barang ketika kondisi masih membahayakan keselamatan jiwa. Setelah keadaan aman, warga baru dapat mengambil barang yang dianggap penting sesuai kemampuan dan situasi di lapangan.
“Setelah dinyatakan aman, bisa menyelamatkan hal-hal yang dianggap penting, seperti surat-surat atau benda-benda yang bisa dibawa ke tempat yang lebih aman,” ujar Yustina.
Menurut Yustina, simulasi bencana menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat di Kelurahan Berkas. Pengetahuan yang diperoleh melalui latihan diharapkan membuat warga lebih tenang dan mampu mengambil tindakan yang tepat ketika bencana benar-benar terjadi.
Kesiapsiagaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan melakukan evakuasi, tetapi juga pemahaman mengenai prioritas penyelamatan. Dengan latihan yang dilakukan secara berkala, warga diharapkan semakin siap melindungi diri dan membantu kelompok yang membutuhkan pertolongan saat keadaan darurat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....