Fakta Puma Punku: Benarkah Batu Kuno Ini Dipotong Menggunakan Laser?

  • 01 Sep 2026 23:55 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Situs purbakala Puma Punku di Bolivia selalu menjadi pusat perhatian para peneliti dan masyarakat luas karena keakuratan struktur batunya. Potongan batu berbentuk huruf H di kawasan ini memiliki sudut yang sangat tajam dan permukaan rata hingga memicu berbagai spekulasi.

photo: wikipedia

Banyak narasi populer menyebutkan bahwa keakuratan pahatan semacam itu hanya dapat dihasilkan melalui bantuan teknologi sinar laser. Namun, spekulasi yang sering dikaitkan dengan campur tangan teknologi asing ini telah dibantah secara tegas oleh kajian ilmiah.

Penjelasan Ilmiah Teknik Pemotongan

Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa masyarakat Tiwanaku menggunakan teknik ketok dan gosok manual yang membutuhkan ketahanan kerja tinggi. Para tukang batu masa kuno memanfaatkan palu berbahan batuan diorit yang keras untuk memahat batu pasir dan andesit.

Proses perataan permukaan dilakukan secara bertahap memanfaatkan gesekan pasir kuarsa serta air sebagai bahan penggosok alami. Melalui metode arkeologi eksperimental, para peneliti berhasil mereplikasi kepresisian bentuk tersebut tanpa bantuan peralatan berbasis listrik atau laser.

Fakta Material dan Bekas Pahatan

Sebagian besar blok batu presisi di situs Puma Punku terbuat dari batu pasir merah yang teksturnya relatif mudah diolah. Walaupun terdapat batuan andesit yang lebih keras, pengamatan mikroskopis membuktikan bahwa pola potongannya tidak sepresisi pancaran sinar laser modern.

Adanya variasi ukuran mikroskopis pada lubang bor menunjukkan bahwa proses pembuatan dilakukan secara manual satu per satu. Bekas titik benturan alat pahat tradisional juga masih terekam jelas pada bagian permukaan interior batuan tersebut.

Pencapaian Peradaban Tiwanaku

Kemampuan arsitektural ini mencerminkan tingginya penguasaan teknik geometri dan manajemen tenaga kerja pada peradaban Tiwanaku. Mereka merancang struktur pengunci batu bersambung yang terbukti sangat efektif menahan guncangan gempa di pegunungan Andes.

Kesimpulannya, anggapan bahwa batu kuno Puma Punku dipotong menggunakan teknologi laser merupakan mitos yang tidak memiliki bukti empiris. Keindahan dan kepresisian situs bersejarah ini murni merupakan hasil keahlian teknik serta kerja keras peradaban manusia kuno.

Sumber

  • Protzen, J. P., & Nair, S. (2013). The Stones of Tiahuanaco: Architectural Adventures and Facts. Cotsen Institute of Archaeology Press.
  • Protzen, J. P., & Nair, S. (1997). Who Taught the Inca Stonemasons Their Skills? A Comparison of Inca and Tiwanaku Stonecutting Techniques. Journal of the Society of Architectural Historians, 56(2), 146-167.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....