Fenomena Gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung pada 28 Agustus 2026

  • 26 Agt 2026 12:34 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Fenomena Gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung pada 28 Agustus 2026. Namun, masyarakat di seluruh wilayah Indonesia tidak dapat menyaksikan langsung fenomena astronomis tersebut.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan saat gerhana berlangsung Indonesia berada pada waktu pagi hingga siang hari. Kondisi tersebut membuat posisi Bulan berada di bawah ufuk sehingga fenomena Gerhana Bulan Sebagian tidak dapat diamati dari Indonesia.

Gerhana Bulan Sebagian terjadi ketika sebagian piringan Bulan memasuki bayangan inti atau umbra Bumi. Fenomena ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada posisi tertentu saat Bulan memasuki fase purnama.

BMKG mencatat rangkaian gerhana berlangsung sekitar lima jam 38 menit. Fase gerhana dimulai dengan Gerhana Penumbra pada pukul 08.23 WIB, kemudian memasuki fase sebagian pada pukul 09.33 WIB dan mencapai puncak pada pukul 11.14 WIB.

Teguh Rahayu menyebut Gerhana Bulan Sebagian tersebut dapat disaksikan dari sebagian wilayah Benua Amerika, Afrika, Eropa, Asia bagian Tengah hingga Timur Tengah. Sementara Indonesia berada di luar wilayah pengamatan langsung karena posisi Bulan berada di bawah ufuk ketika gerhana berlangsung.

Meski tidak dapat dilihat langsung dari Indonesia, masyarakat tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran langsung dari lembaga astronomi. BMKG juga menyebut pengamatan Gerhana Bulan aman dilakukan dengan mata secara langsung tanpa menggunakan pelindung khusus.

Bagi masyarakat Bengkulu dan wilayah Indonesia lainnya, fenomena ini tetap dapat menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat berbagai peristiwa astronomi. Gerhana mengingatkan bahwa pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan terus menghasilkan fenomena alam yang menarik untuk dipelajari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....