Rekayasa Cuaca Jadi Andalan Tangani Karhutla
- 25 Agt 2026 10:51 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Indonesia, terutama ketika kondisi cuaca kering meningkatkan risiko munculnya titik api. Selain pemadaman langsung dari darat dan udara, teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu mengendalikan kebakaran.
OMC merupakan teknik rekayasa cuaca dengan memanfaatkan potensi awan hujan yang tersedia di wilayah tertentu untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan. Kehadiran hujan diharapkan membantu membasahi kawasan rawan sekaligus mendukung proses pemadaman api pada area terdampak karhutla.
Sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi tersebut, termasuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Kedua wilayah ini menjadi prioritas karena tercatat memiliki jumlah titik panas atau hotspot yang perlu diwaspadai dalam penanganan karhutla.
Pelaksanaan OMC dimulai dengan pemantauan titik panas melalui data satelit dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi terkini. Tim kemudian menentukan lokasi yang memungkinkan dilakukan penyemaian berdasarkan keberadaan awan potensial serta kebutuhan penanganan kebakaran di wilayah sasaran.
Setelah lokasi ditentukan, pesawat diterbangkan menuju kumpulan awan yang dinilai memiliki potensi menghasilkan hujan. Bahan semai seperti garam atau natrium klorida (NaCl) kemudian disebarkan pada awan tersebut untuk membantu mempercepat proses pembentukan butiran air.
Proses penyemaian diharapkan dapat mendorong terjadinya hujan pada area yang telah ditargetkan sehingga kondisi lahan menjadi lebih basah. Air hujan yang turun dapat membantu proses pemadaman api secara alami sekaligus mengurangi risiko kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Meski demikian, OMC bukan teknologi yang dapat menciptakan hujan dari kondisi langit tanpa awan karena pelaksanaannya tetap bergantung pada potensi awan yang tersedia. Karena itu, pemantauan cuaca dan penentuan waktu penyemaian menjadi bagian penting agar operasi dapat memberikan hasil yang optimal.
Pemanfaatan rekayasa cuaca menjadi bagian dari rangkaian penanganan karhutla yang tetap membutuhkan dukungan pencegahan serta pemadaman di lapangan. Masyarakat juga perlu menghindari aktivitas pembakaran lahan dan segera melaporkan titik api agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.
Sumber informasi : instagram @indonesiabaik.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....