Budidaya Melon Greenhouse Dorong Produksi dan Perluasan Pasar di Bengkulu
- 24 Agt 2026 11:25 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID Bengkulu – Budidaya melon dengan sistem greenhouse mulai dikembangkan petani di Bengkulu, tepatnya di Jalan Jenggalu 3, Kelurahan Lingkar Barat, Kec.Gading Cempaka, Kota Bengkulu, untuk menghasilkan buah yang berkualitas dan menjaga produksi tetap berjalan. Penggunaan greenhouse juga menjadi salah satu cara petani mengantisipasi pengaruh cuaca terhadap pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen.
Petani melon, Yudi, mengatakan dalam proses budidaya tersebut, setiap polybag diisi dua tanaman, dengan masing-masing batang menghasilkan satu buah melon. “Kita menggunakan greenhouse untuk perlindungan tanaman dan media tanamnya menggunakan polybag dengan cocopeat,” ujarnya, 20 Agustus 2026.
Penggunaan cocopeat dipilih karena mampu menjaga kelembapan media tanam dan mendukung pertumbuhan akar, sedangkan polybag memudahkan petani dalam mengatur pemberian air serta nutrisi. Sistem tersebut juga membuat tanaman tidak langsung bersentuhan dengan tanah sehingga perawatan dan pengendalian penyakit lebih mudah dilakukan.
Beragam jenis melon dibudidayakan, di antaranya melon golden, melon snow, melon rock, melon sweet raflesia, melon sky, dan melon hamigua. Setiap jenis memiliki karakteristik dan tingkat kematangan berbeda, namun umumnya dapat dipanen setelah berusia sekitar 65 hari.
Melon yang siap panen biasanya ditandai dengan aroma yang mulai harum, warna buah berubah kekuningan, tangkai mulai retak, serta daun di sekitar tangkai buah mulai mengering. “Secara umum, tanda melon matang sudah memiliki aroma wangi dan warna mulai kekuningan,” ujarnya.
Panen dilakukan secara bergilir setiap tiga hingga empat hari sesuai tingkat kematangan buah. Setelah selesai dipanen, greenhouse kembali disiapkan untuk penanaman berikutnya sehingga produksi dapat terus berjalan.
Satu greenhouse berukuran 20 meter kali 5 meter mampu menghasilkan sekitar 450 hingga 500 kilogram melon dalam satu periode. Harga melon berbeda berdasarkan jenis, mulai dari sekitar Rp44 ribu hingga Rp51 ribu per kilogram, dengan pasar terbesar masih berada di Kota Bengkulu dan sebagian produk dikirim ke sejumlah daerah lain.
Kedepan,petani berharap produksi melon dapat meningkat hingga 500–600 kilogram per periode greenhouse dengan tingkat kegagalan panen yang semakin rendah. Peningkatan produksi tersebut diharapkan dapat memperluas pemasaran yang lebih luas sehingga melon hasil budidaya dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....