Kehadiran Orang Dewasa Sangat Penting Bagi Tumbuh Kembang Anak
- 04 Agt 2026 15:35 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Ketua Yayasan PUPA Bengkulu, Susi Handayani, menegaskan bahwa kehadiran orang dewasa dalam kehidupan anak merupakan faktor penting untuk mendukung proses tumbuh kembang mereka. Menurutnya, setiap anak membutuhkan sosok yang dapat memberikan perhatian, bimbingan, dan rasa aman, terutama ketika tidak lagi berada dalam pengasuhan orang tua kandung.
Susi mengatakan, sistem kekerabatan dan kekeluargaan di tengah masyarakat harus tetap dipelihara sebagai bagian dari perlindungan terhadap anak. Ia menilai, keluarga besar memiliki peran penting untuk memastikan anak tetap mendapatkan pendampingan ketika orang tua tidak dapat menjalankan fungsi pengasuhan.
"Makanya penting kekerabatan atau kekeluargaan itu tetap dipelihara, jadi jangan sampai misalnya ketika satu anak itu ditinggal orang tuanya, maka tidak ada supporting sistem untuk si anak," kata Susi. Menurutnya, keberadaan sistem pendukung akan membantu anak tetap tumbuh dalam lingkungan yang memberikan kasih sayang dan perhatian.
Ia menjelaskan, peran pengasuhan tidak selalu harus dilakukan oleh orang tua kandung. Menurut Susi, anggota keluarga lain maupun lembaga pengasuhan dapat menjadi bagian dari sistem pendukung bagi anak yang membutuhkan.
"Ini bisa pamannya, keluarga jauh, atau siapa saja, atau orang lain dalam bentuk pengasuhan, apakah dia di panti asuhan, di pesantren, atau dimana gitu," ujarnya. Ia menegaskan, yang terpenting adalah anak tetap memiliki orang dewasa yang hadir dan bertanggung jawab mendampingi proses pertumbuhannya.
Susi menambahkan, anak membutuhkan figur orang dewasa yang dapat menjadi teladan sekaligus tempat untuk mencari perlindungan ketika menghadapi berbagai persoalan. Kehadiran sosok tersebut dinilai berperan besar dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kesehatan emosional anak.
"Jadi anak itu tetap butuh orang dewasa, sebagai role model mereka, kemudian juga sebagai tempat istilahnya itu berlabuh buat anak-anak," ucapnya. Menurutnya, tanpa kehadiran figur dewasa yang peduli, anak berisiko kehilangan arah dan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Susi menilai, apabila keluarga maupun masyarakat tidak mampu menghadirkan sistem pendukung bagi anak, maka negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan perlindungan tersebut tetap tersedia. "Jadi kalau misalnya itu gak ada, negara menyiapkan supporting sistem itu, ketika misalnya masyarakat gak bisa," kata Susi.
Ia berharap kolaborasi antara keluarga, masyarakat, lembaga pengasuhan, dan pemerintah terus diperkuat untuk menjamin setiap anak memperoleh hak atas pengasuhan yang layak. Dengan demikian, tidak ada anak yang kehilangan figur orang dewasa sebagai tempat belajar, mendapatkan perlindungan, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....