Antisipasi Penyebaran PMK, Peternak Harapkan Vaksinasi dan Peningkatan Edukasi
- 02 Agt 2026 20:02 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Upaya mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui vaksinasi, edukasi, serta penerapan langkah-langkah pencegahan di tingkat peternak. Kolaborasi antara pemerintah dan peternak menjadi kunci untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mencegah kerugian ekonomi akibat penyebaran penyakit.
Peternak sapi potong, Abdul Join Ginting, mengatakan pemahaman mengenai PMK sangat penting dimiliki oleh setiap peternak. Menurutnya, pengetahuan tentang penanganan dasar dan cara pencegahan penyakit dapat membantu peternak menghadapi situasi dengan lebih tenang apabila ditemukan kasus PMK di lingkungan sekitar.
Abdul Join menjelaskan bahwa ketika peternak telah memahami karakteristik penyakit, langkah penanganan awal, serta upaya pencegahannya, rasa panik dan kecemasan dapat diminimalkan. Ketika penyakit tersebut kita sudah paham penannganan dasarnya, dan kita mengerti seperti apa pencegahannya, kita tidak begitu panik, tidak begitu cemas," ujarnya.
Selain meningkatkan pemahaman peternak, ia menilai program vaksinasi tetap menjadi langkah penting dalam mengendalikan penyebaran PMK. Menurutnya, vaksinasi mampu memberikan perlindungan bagi ternak sehingga risiko munculnya wabah dapat ditekan.
Abdul Join mengungkapkan bahwa bantuan vaksin dari pemerintah masih sangat dinantikan oleh para peternak. Ia berharap distribusi vaksin PMK dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh ternak yang berisiko dapat memperoleh perlindungan.
Ia juga berharap pemerintah tidak hanya menyediakan vaksin PMK, tetapi turut melengkapi program kesehatan hewan dengan vaksin untuk penyakit ternak lainnya. "Ya kalau vaksin dari pemerintah harapannya sangat di tunggu dan sangat diharapkan kalau vaksin, jadi kalau sudah ada vaksin PMK, ya diiringi lagi dengan vaksin yang lain,” kata Ginting menambahkan.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian PMK tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin, tetapi juga pada kesadaran peternak dalam menerapkan biosekuriti, menjaga kebersihan kandang, serta segera melaporkan apabila ditemukan gejala penyakit pada ternak. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum penyakit menyebar lebih luas.
Melalui sinergi antara pemerintah dan peternak, upaya pencegahan PMK diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Peningkatan edukasi, dukungan vaksinasi, serta kedisiplinan dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan diyakini mampu menjaga kesehatan ternak, melindungi mata pencaharian peternak di Bengkulu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....