Etika Menerima Telepon dengan Suara Lantang di Ruang Publik

  • 01 Agt 2026 12:48 WIB
  •  Bengkulu
Poin Utama
  • Etika Komunikasi Publik
  • Stop Bersuara Lantang di Area Publik

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di era digital saat ini, telepon genggam telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan ponsel di ruang publik, khususnya saat menerima telepon dengan suara lantang, sering kali menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang di sekitar.

Ruang publik seperti transportasi umum, ruang tunggu, kantor, hingga tempat makan merupakan area bersama yang menuntut adanya kesadaran sosial. Berbicara terlalu keras saat menerima telepon tidak hanya mengganggu, tetapi juga dapat dianggap kurang menghargai privasi dan kenyamanan orang lain.

Dalam kajian komunikasi, perilaku ini berkaitan dengan etika komunikasi interpersonal di ruang bersama. Judee K. Burgoon dalam teorinya tentang Expectancy Violations Theory menjelaskan bahwa setiap individu memiliki harapan terhadap perilaku orang lain di ruang sosial. Ketika seseorang berbicara terlalu keras di tempat umum, hal itu dapat melanggar ekspektasi sosial dan memicu rasa tidak nyaman.

Hal serupa juga disampaikan oleh Edward T. Hall melalui konsep proxemics, yang menekankan pentingnya menjaga jarak dan batasan dalam interaksi sosial, termasuk dalam penggunaan suara. Suara yang terlalu keras di ruang publik dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap ruang pribadi orang lain.

Penelitian dalam Journal of Environmental Psychology juga menunjukkan bahwa kebisingan yang tidak perlu, termasuk percakapan telepon yang terlalu keras, dapat menurunkan konsentrasi, meningkatkan stres, dan mengganggu kenyamanan lingkungan.

Karena itu, ada beberapa etika sederhana yang bisa diterapkan saat menerima telepon di ruang publik. Pertama, gunakan volume suara yang wajar dan tidak berlebihan. Kedua, jika pembicaraan bersifat penting atau panjang, sebaiknya mencari tempat yang lebih sepi. Ketiga, gunakan earphone atau headset agar komunikasi tetap jelas tanpa perlu berbicara keras.

Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan isi pembicaraan. Menghindari membahas hal yang bersifat pribadi atau sensitif di tempat umum dapat menjaga privasi diri sendiri sekaligus menghormati orang lain.

Pada akhirnya, etika dalam berkomunikasi bukan hanya soal apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya. Mengontrol volume suara saat menerima telepon di ruang publik merupakan bentuk sederhana dari sikap saling menghargai, yang dapat menciptakan lingkungan sosial yang lebih nyaman dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....