ICSS 5.0 Menjadi Inovasi Pengabdian Dosen untuk Mitigasi Bencana
- 31 Jul 2026 09:21 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pengembangan aplikasi ICSS (Integrated Circuit Sport Science) menjadi salah satu inovasi dalam program pengabdian kepada masyarakat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana banjir dan kondisi darurat di perairan. Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan di Desa Air Kemuning, Kabupaten Seluma, yang kerap mengalami banjir hingga mengakibatkan akses jalan utama menuju permukiman terendam dan tidak dapat dilalui masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Bogy Restu Ilahi, bersama Yuza Reswan, dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan Fina Hiasa, dari Universitas Bengkulu. Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, tim memberikan pelatihan kesiapsiagaan agar masyarakat mampu melakukan pertolongan pertama secara mandiri ketika bencana terjadi.
Program pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan Pemerintah Desa Air Kemuning, Kabupaten Seluma, sebagai mitra pemerintah, serta Ikatan Guru Indonesia (IGI) Cabang Desa Air Kemuning dan Karang Taruna Desa Air Kemuning sebagai mitra sasaran. Pelaksanaan program juga melibatkan 20 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Pendidikan Jasmani, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), yang turut mendampingi masyarakat selama proses edukasi dan pelatihan.
Dr. Bogy Restu Ilahi menjelaskan bahwa salah satu fokus utama kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan penyelamatan di lingkungan perairan. "Makanya dengan keilmuan kami, salah satunya tetap edukasi pertolongan pertama di air," ujarnya.
Ia mengatakan, materi yang diberikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik penggunaan berbagai peralatan penyelamatan yang dapat dimanfaatkan saat kondisi darurat. "Beberapa edukasi yang kami sampaikan bagaimana menggunakan perahu karet, bagaimana mendayung, bagaimana menggunakan tali untuk penyelamatan, bagaimana berenang yang tahan lama di air, bagaimana mengapung, tekniknya seperti apa," katanya.
Selain itu, masyarakat juga dibekali keterampilan melakukan evakuasi korban di dalam air hingga pemberian pertolongan pertama. "Setelah itu ada evakuasi di dalam air, dan ada juga recovery pada saat mereka itu di dalam penyelamatan, pertolongan pertama napas buatan," kata Dr. Bogy menambahkan.
Seluruh materi pelatihan disampaikan dengan memanfaatkan aplikasi ICSS (Integrated Circuit Sport Science) sebagai media edukasi yang mengintegrasikan ilmu olahraga dengan kesiapsiagaan bencana. Tim pengabdian juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung penyelamatan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Dr. Bogy menambahkan, peralatan tersebut diserahkan kepada kelompok masyarakat yang diharapkan menjadi penggerak kesiapsiagaan di desa. "Itu kami gunakan ICSS untuk edukasi dan kami berikan alat kepada warga di sana, mulai dari karang taruna hingga ikatan guru, nah mereka bisa berdayakan alat itu," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi darurat akibat banjir maupun kecelakaan di perairan. Tim pengabdian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan ini.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa KKN. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa dan masyarakat Desa Air Kemuning, Ketua dan Sekretaris Ikatan Guru Indonesia (IGI), Karang Taruna, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Bengkulu, LPPM, atas dukungan dan partisipasi aktif selama pelaksanaan kegiatan ini," kata Dr. Bogy mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....