Jangan Diam! Begini Cara Bersikap saat Mengetahui Teman Mengalami Perundungan
- 29 Jun 2026 21:06 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Perundungan atau bullying masih menjadi persoalan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, tempat kerja, hingga media sosial. Tidak hanya berdampak pada korban, perundungan juga dapat memengaruhi kesehatan mental saksi yang menyaksikan kejadian tersebut apabila tidak ditangani dengan baik.
Ketika mengetahui ada teman yang mengalami perundungan, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan dukungan emosional dan menunjukkan bahwa ia tidak sendirian. Mendengarkan cerita korban tanpa menghakimi serta menghindari menyalahkan korban merupakan bentuk dukungan sederhana yang dapat membantu memulihkan rasa aman dan kepercayaan dirinya.
Apabila situasi memungkinkan dan aman, saksi juga dapat berupaya menghentikan tindakan perundungan dengan cara yang tidak memicu konflik. Jika tindakan tersebut berpotensi membahayakan, langkah yang lebih tepat adalah segera melaporkan kejadian kepada guru, orang tua, atasan, atau pihak berwenang sesuai lingkungan tempat perundungan terjadi.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Aggression and Violent Behavior pada 2020 melalui telaah berbagai studi mengenai perilaku saksi perundungan menemukan bahwa intervensi dari teman sebaya (bystander intervention) dapat secara signifikan mengurangi frekuensi perundungan dan menekan dampak psikologis yang dialami korban. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa korban cenderung lebih cepat pulih ketika memperoleh dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya.
Selain membantu korban, penting untuk tidak ikut menyebarkan foto, video, maupun komentar yang berkaitan dengan aksi perundungan, terutama di media sosial. Tindakan tersebut justru dapat memperluas dampak perundungan dan membuat korban mengalami tekanan psikologis yang lebih berat, meskipun dilakukan tanpa niat menyakiti.
Orang tua, guru, maupun pemimpin di lingkungan kerja juga memiliki peran penting dalam menciptakan budaya yang tidak mentoleransi perundungan. Edukasi mengenai empati, komunikasi yang sehat, penyelesaian konflik secara damai, serta mekanisme pelaporan yang mudah dapat membantu mencegah perundungan terjadi berulang.
Pada akhirnya, diam bukanlah pilihan terbaik ketika melihat seseorang menjadi korban perundungan. Dengan memberikan dukungan, melaporkan kejadian kepada pihak yang berwenang, dan membangun lingkungan yang saling menghormati, setiap orang dapat berkontribusi menciptakan ruang yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....