Pompadour Cotinga: Burung Merah Anggur dari Kanopi Amazon yang Kian Terancam
- 22 Jun 2026 21:06 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pompadour Cotinga (Xipholena punicea), salah satu spesies burung paling mencolok namun paling jarang terlihat di hutan hujan Amazon, kembali menarik perhatian dunia konservasi. Dikenal karena warna bulu jantan yang merah anggur (crimson-purple) cerah dipadu dengan sayap putih salju, burung ini menjadi simbol keindahan sekaligus rapuhnya ekosistem kanopi Amazon atas.
Dimorfisme Seksual yang Ekstrem
Seperti banyak spesies dalam keluarga Cotingidae, Pompadour Cotinga menunjukkan dimorfisme seksual (perbedaan fisik yang sangat kontras antara jantan dan betina).
Burung jantan memiliki warna merah anggur mengilap yang pekat di hampir seluruh tubuhnya, kontras dengan bulu terbang primer yang berwarna putih bersih serta mata berwarna kuning cerah. Sebaliknya, burung betina memiliki warna abu-abu kecokelatan yang menyamar sempurna dengan ranting pohon untuk melindungi diri dari predator saat mengerami telur.
Burung berukuran sekitar 19,5 cm ini menghabiskan hampir seluruh hidupnya di hutan terra firme (hutan dataran tinggi yang tidak terkena banjir musiman), tepatnya di lapisan kanopi tertinggi (ketinggian lebih dari 30 meter dari permukaan tanah). Mereka adalah pemakan buah (frugivora) sejati, yang memiliki peran penting dalam menyebarkan biji-bijian pohon Amazon.
Perilaku Unik "Lekking" di Pucuk Pohon
Salah satu fenomena paling luar biasa dari Pompadour Cotinga adalah ritual kawin mereka yang disebut lekking. Beberapa pejantan akan berkumpul di area kanopi yang sama, melakukan tarian udara, dan memamerkan sayap putih mereka yang berkelebat di antara dedaunan hijau untuk menarik perhatian betina.
"Menyaksikan Pompadour Cotinga jantan melakukan ritual di atas kanopi seperti melihat kilatan permata merah di tengah samudera hijau Amazon. Sayangnya, karena mereka hidup di lapisan teratas hutan, mendokumentasikan dan meneliti perilaku mereka membutuhkan logistik yang sangat menantang," ujar Dr. Mario Cohn-Haft, kurator burung di Instituto Nacional de Pesquisas da Amazônia (INPA).
Ancaman Deforestasi dan Status Konservasi
Saat ini, IUCN (International Union for Conservation of Nature) masih mengategorikan Pompadour Cotinga dalam status Least Concern (Risiko Rendah) karena wilayah persebarannya yang luas mencakup Brasil, Kolombia, Venezuela, Peru, dan wilayah Guianas.
Namun, para ahli biologi memperingatkan bahwa hilangnya habitat akibat deforestasi, pembukaan lahan sawit, dan pembalakan liar di wilayah "Busur Deforestasi" Amazon dapat mengisolasi populasi mereka dengan cepat. Sebagai burung yang sangat bergantung pada hutan primer utuh, mereka tidak dapat bertahan hidup di hutan sekunder atau lahan terdegradasi.
Sumber
- BirdLife International (2024 / 2026). "Species factsheet: Xipholena punicea". Diakses melalui database resmi BirdLife Data Zone. Mengonfirmasi wilayah persebaran di Amazon utara dan status IUCN.
- Handbook of the Birds of the World (HBW) Alive / Birds of the World (Cornell Lab of Ornithology). Spesies Account: Pompadour Cotinga (Xipholena punicea).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....