Mengenal Sclater's Crowned Pigeon, Merpati Raksasa Bermahkota dari Papua
- 18 Jun 2026 07:19 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Jika kamu mengira semua merpati bertubuh kecil dan berwarna abu-abu polos seperti yang sering terlihat di perkotaan, kamu belum mengenal Sclater's Crowned Pigeon (Goura sclaterii). Dikenal juga dengan nama Mambruk Sclater, burung endemik pulau Papua ini memegang gelar sebagai salah satu jenis merpati terbesar di dunia dengan penampilan yang menyerupai merak mini. Tidak seperti merpati biasa, burung ini memiliki penampilan eksotis yang dipuncaki oleh mahkota bulu yang megah di atas kepalanya. Berikut adalah fakta-fakta unik mengenai merpati raksasa bermahkota ini.
Karakteristik Fisik yang Menakjubkan
Mambruk Sclater adalah raksasa di keluarga merpati (Columbidae). Penampilannya sangat mencolok dan berbeda jauh dari kerabat urban mereka:
- Ukuran Raksasa: Panjang tubuhnya bisa mencapai 66 hingga 73 cm dengan bobot berkisar antara 2 hingga 2,4 kg. Ukuran ini hampir setara dengan seekor ayam kalkun jantan.
- Mahkota Berenda: Ciri khas utamanya adalah jambul atau mahkota (crest) di atas kepalanya yang berbentuk kipas berenda longgar berwarna biru keabu-abuan.
- Warna Bulu yang Elegan: Dominasi tubuhnya berwarna biru-abu-abu, namun bagian dadanya dilapisi warna merah marun (keunguan) yang pekat. Pada bagian sayapnya, terdapat bercak putih dengan ujung marun tipis yang terlihat jelas saat mereka melipat sayap.
- Mata yang Tajam: Mereka memiliki iris mata berwarna merah darah yang kontras dengan topeng hitam tipis di sekitar matanya.
Habitat dan Perilaku di Alam Liar
Mambruk Sclater merupakan burung endemik yang mendiami wilayah selatan pulau Papua (baik wilayah Papua Indonesia maupun Papua Nugini).
Mereka adalah burung terestrial, yang berarti menghabiskan sebagian besar waktunya di atas permukaan tanah hutan untuk mencari makan. Makanan utamanya terdiri dari buah-buahan yang jatuh ke lantai hutan, biji-biji tanaman, dan sesekali serangga kecil.
Meskipun lebih banyak berjalan kaki di lantai hutan dalam kelompok kecil (sekitar 2–10 ekor), mereka tetap mempertahankan kemampuan terbangnya. Jika merasa terancam oleh predator, mereka akan terbang rendah dan bertengger di dahan pohon yang rendah untuk berlindung.
Ancaman dan Status Konservasi
Sama seperti kerabat dekatnya, Mambruk Victoria (Goura victoria), populasi Mambruk Sclater saat ini menghadapi tantangan yang serius di alam liar.
Status Red List IUCN: Goura sclaterii dikategorikan dalam status Near Threatened (Hampir Terancam).
Faktor utama yang mendorong penurunan populasi mereka di alam liar meliputi:
- Perburuan Liar: Burung ini sering diburu oleh masyarakat lokal maupun kolektor ilegal untuk diambil dagingnya yang lezat serta bulu mahkotanya yang indah sebagai hiasan.
- Kehilangan Habitat: Pembukaan lahan hutan hutan hujan dataran rendah untuk perkebunan dan penebangan kayu komersial mengikis ruang hidup mereka.
- Sifat yang Jinak: Sifat dasarnya yang cenderung tenang dan tidak terlalu takut pada manusia membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi para pemburu di lantai hutan.
Sumber:
- IUCN Red List of Threatened Species – Data status konservasi, tren penurunan populasi, dan ancaman habitat alami dari genus Goura di wilayah New Guinea.
- Handbook of the Birds of the World (Volume 4) – Detail mengenai morfologi fisik burung, perilaku mencari makan di lantai hutan, serta sistem reproduksi monogami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....