Mengenang Kembali Hari Lahirnya Pancasila
- 01 Jun 2026 07:14 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni sebagai momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Tahun 2026 ini, tema yang diangkat mengenai “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".
Dirangkum dari laman rri.co.id dan bpip.go.id pada Senin, 1 Juni 2026, sejarah lahirnya Pancasila bermula ketika Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945. Pembentukan lembaga tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan kemerdekaan Indonesia di tengah kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik.
BPUPKI kemudian menggelar sidang pertama pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945 di Gedung Chuo Sangi In yang kini dikenal sebagai Gedung Pancasila. Dalam sidang tersebut, sejumlah tokoh bangsa menyampaikan gagasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka.
Pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang memperkenalkan konsep dasar negara bernama Pancasila. Lima prinsip yang disampaikan meliputi kebangsaan, internasionalisme atau perikemanusiaan, demokrasi, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan Yang Maha Esa.
Setelah pidato Soekarno, BPUPKI membentuk Panitia Sembilan untuk menyempurnakan rumusan dasar negara dan menyusun Undang-Undang Dasar. Panitia tersebut beranggotakan tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Agus Salim, dan Wahid Hasyim.
Pancasila akhirnya resmi disahkan sebagai dasar negara pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Nilai-nilai Pancasila kemudian dicantumkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia.
Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila sekaligus hari libur nasional. Melalui peringatan tersebut, masyarakat diharapkan terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Istilah Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yakni “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti prinsip atau dasar. Rumusan tersebut kemudian menjadi fondasi penting dalam pembentukan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....