Jumlah Perokok di Indonesia Masih Tinggi, Capai Sekitar 70 Juta Orang

  • 31 Mei 2026 18:56 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Jumlah perokok di Indonesia hingga saat ini masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu tantangan besar di bidang kesehatan masyarakat. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang disampaikan Kementerian Kesehatan, jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai sekitar 70 juta orang.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa konsumsi rokok masih menjadi kebiasaan yang sulit ditekan di berbagai kelompok usia. Bahkan, Indonesia masih masuk dalam jajaran negara dengan jumlah dan prevalensi perokok yang tinggi di dunia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang merokok mencapai 28,62 persen pada 2023. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 28,26 persen.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, laki-laki masih mendominasi jumlah perokok di Indonesia. Data BPS menunjukkan sekitar 56,36 persen laki-laki usia 15 tahun ke atas merupakan perokok, sedangkan pada perempuan angkanya hanya sekitar 1,06 persen.

Kekhawatiran juga muncul karena tingginya angka perokok di kalangan remaja dan usia produktif. Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi merokok pada kelompok usia 10 hingga 18 tahun masih berada di angka 7,4 persen berdasarkan SKI 2023, sementara kelompok usia 15–19 tahun menjadi salah satu kelompok dengan jumlah perokok yang cukup besar.

Salah satu penelitian dan pemantauan terbaru yang dirilis WHO menunjukkan Indonesia masih menghadapi tren konsumsi tembakau yang tinggi. WHO bahkan memproyeksikan prevalensi perokok di Indonesia dapat mencapai sekitar 38,7 persen pada 2025 apabila upaya pengendalian konsumsi tembakau tidak dilakukan secara lebih masif.

Para ahli kesehatan menilai tingginya jumlah perokok tidak hanya berdampak pada meningkatnya risiko penyakit seperti kanker paru, penyakit jantung, dan stroke, tetapi juga membebani sistem kesehatan nasional. Karena itu, berbagai kampanye pengendalian tembakau, edukasi bahaya rokok, pembatasan iklan, serta program berhenti merokok terus didorong untuk menekan angka perokok di Indonesia, terutama pada kalangan anak dan remaja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....