Cahaya Klasik di tengah Gelapnya Malam

  • 11 Mei 2026 11:15 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Lilin menjadi salah satu sumber penerangan tertua yang digunakan manusia sebelum hadirnya listrik modern. Cahaya kecil dari lilin membantu manusia beraktivitas pada malam hari dan dalam kondisi gelap selama ribuan tahun.

Sejarah lilin diperkirakan bermula sekitar tahun 3000 SM pada masa peradaban Mesir Kuno. Bangsa Mesir dipercaya sebagai salah satu yang pertama membuat lilin menggunakan lemak hewan dan serat alang-alang.

Pada masa awal penggunaannya, lilin dibuat dengan teknik sederhana menggunakan bahan alami yang mudah ditemukan. Meski bentuknya masih sederhana, lilin memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat kuno.

Memasuki abad pertengahan, lilin berbahan lilin lebah mulai banyak digunakan di kalangan tertentu. Lilin jenis ini dianggap lebih mewah karena menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dan tidak menimbulkan bau menyengat.

Lilin dari lebah madu juga sering digunakan dalam kegiatan keagamaan dan acara penting kerajaan. Kehadirannya menjadi simbol kemewahan dan status sosial pada masa itu.

Perkembangan besar terjadi pada abad ke-19 dengan ditemukannya bahan parafin yang berasal dari minyak bumi. Bahan ini membuat lilin menjadi lebih murah, mudah dibentuk, dan dapat diproduksi dalam jumlah besar.

Kini, lilin tidak hanya digunakan sebagai penerangan darurat, tetapi juga memiliki fungsi dekorasi dan aromaterapi. Di berbagai budaya, lilin bahkan tetap digunakan sebagai simbol spiritual dan bagian dari tradisi keagamaan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....