Sejarah Penggaris, Dari Tulang hingga Plastik Transparan

  • 11 Mei 2026 10:17 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penggaris menjadi salah satu alat ukur yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sejak ribuan tahun lalu. Alat ini digunakan untuk membantu mengukur panjang sekaligus membuat garis lurus dengan lebih presisi.

Bukti penggunaan penggaris tertua ditemukan di kawasan Mohenjo-Daro, Pakistan, yang merupakan bagian dari peradaban Lembah Indus sekitar tahun 1500 SM. Penggaris kuno tersebut dibuat dari bahan gading dan memiliki tingkat ketelitian yang sangat baik pada zamannya.

Pada masa awal peradaban, penggaris dibuat menggunakan bahan alami yang mudah ditemukan. Selain gading, beberapa penggaris juga dibuat dari tulang maupun kayu sederhana untuk kebutuhan pengukuran dasar.

Seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan manusia, bahan pembuatan penggaris semakin beragam. Penggaris mulai diproduksi menggunakan kayu, logam, hingga plastik yang lebih ringan dan praktis digunakan.

Memasuki abad ke-19, penggaris diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan industri. Produksi besar-besaran ini membuat penggaris menjadi alat yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas.

Perkembangan dunia pendidikan dan teknik turut mendorong inovasi pada bentuk penggaris. Berbagai jenis penggaris mulai diciptakan, mulai dari penggaris segitiga, penggaris lipat, hingga model transparan yang sering digunakan pelajar.

Kini, penggaris hadir dalam bentuk modern termasuk versi digital yang lebih canggih. Meski terus berkembang, fungsi utama penggaris tetap dipertahankan sebagai alat bantu pengukuran yang penting dalam dunia pendidikan, teknik, dan desain.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....