Jejak Awal Penemuan Pena, Dari Bulu Angsa hingga Pulpen Modern

  • 11 Mei 2026 10:05 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pena sebagai alat tulis memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman Mesir Kuno. Pada masa itu, masyarakat menggunakan batang alang-alang yang diruncingkan lalu dicelupkan ke tinta untuk menulis di atas papirus.

Alat tulis sederhana tersebut menjadi awal perkembangan budaya tulis-menulis manusia. Kehadiran pena membantu masyarakat mendokumentasikan berbagai pengetahuan, perdagangan, hingga catatan pemerintahan.

Perkembangan pena terus berlanjut di kawasan Eropa pada abad ke-7. Saat itu, bulu angsa mulai digunakan sebagai alat tulis yang dikenal dengan istilah quill pen.

Bulu angsa dipilih karena lentur dan mampu menyerap tinta dengan baik. Penggunaan quill pen bertahan cukup lama dan menjadi alat tulis utama para penulis, ilmuwan, hingga kalangan kerajaan di masa itu.

Memasuki abad ke-19, inovasi baru kembali muncul melalui pena logam atau dip pen. Pena jenis ini dianggap lebih kuat dan tahan lama dibandingkan pena bulu angsa yang mudah rusak.

Penemuan penting lainnya hadir pada tahun 1938 ketika seorang jurnalis asal Hungaria bernama László Bíró memperkenalkan ballpoint pen atau pulpen. Teknologi tersebut memudahkan masyarakat dalam menulis karena tinta tidak mudah tumpah dan lebih praktis digunakan.

Kini, pena telah berkembang dalam berbagai bentuk mulai dari tinta cair, tinta gel, hingga stylus digital. Meski mengalami banyak perubahan, pena tetap menjadi sahabat utama manusia dalam mencatat sejarah dan menyimpan berbagai gagasan penting.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....