Idealnya Menggunakan Minyak Goreng Bekas dengan Bijak

  • 29 Apr 2026 18:41 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Minyak goreng bekas sering kali masih digunakan kembali oleh sebagian masyarakat untuk menghemat pengeluaran rumah tangga. Namun, penggunaan minyak secara berulang perlu diperhatikan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Minyak yang telah dipakai berkali-kali biasanya mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap dan berbau tengik. Kondisi ini menandakan kualitas minyak sudah menurun dan kandungan zat berbahayanya meningkat.

Idealnya, minyak goreng hanya digunakan maksimal dua hingga tiga kali pemakaian. Jika minyak sudah berbusa, terlalu hitam, atau menghasilkan asap berlebih saat dipanaskan, sebaiknya tidak digunakan lagi untuk memasak.

Agar lebih aman, minyak bekas dapat disaring terlebih dahulu untuk memisahkan sisa makanan yang tertinggal. Penyimpanan minyak juga sebaiknya dilakukan di wadah tertutup dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Selain digunakan kembali untuk memasak secara terbatas, minyak jelantah juga bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Misalnya dijadikan bahan pembuatan sabun atau campuran bahan bakar alternatif.

Penggunaan minyak secara bijak tidak hanya menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga membantu mengurangi limbah rumah tangga. Dengan pengelolaan yang tepat, minyak bekas tetap dapat dimanfaatkan tanpa menimbulkan risiko besar.

Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kualitas minyak sebelum digunakan kembali. Kesehatan tubuh jauh lebih penting dibanding penghematan sesaat dari penggunaan minyak yang sudah tidak layak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....