Kenapa Dokter Bedah Tidak Lagi Pakai Baju Putih? Jawabannya di Luar Dugaan!

  • 26 Apr 2026 15:56 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Selama puluhan tahun, warna hijau dan biru muda telah menjadi standar "seragam" di ruang operasi seluruh dunia. Namun, tahukah Anda bahwa hingga awal abad ke-20, semua tenaga medis sebenarnya mengenakan pakaian berwarna putih bersih?

Perubahan dari putih ke hijau bukan karena alasan estetika, melainkan karena kebutuhan mendesak untuk meningkatkan fokus dan keselamatan pasien di meja bedah.

1. Menghindari Fenomena "Afterimage" (Bayangan Sisa)

Salah satu alasan utama adalah cara otak kita memproses warna. Jika seorang dokter bedah menatap darah merah dalam waktu lama lalu tiba-tiba melihat ke arah rekan sejawat yang berbaju putih, ia akan melihat bayangan sisa (afterimage) berwarna hijau yang mengganggu pada latar belakang putih tersebut.

Hal ini terjadi karena sel kerucut di mata yang sensitif terhadap warna merah menjadi lelah, sehingga saat beralih ke warna putih, otak "menciptakan" warna komplementer (lawan dari merah), yaitu hijau atau biru. Dengan menggunakan baju berwarna hijau sejak awal, bayangan sisa ini menjadi netral dan tidak mengganggu penglihatan dokter.

2. Menyegarkan Sensitivitas Mata terhadap Warna Merah

Hijau adalah warna yang berlawanan dengan merah pada roda warna. Dalam dunia medis, kemampuan melihat detail kecil pada jaringan tubuh sangatlah krusial.

  • Melihat warna hijau secara berkala membantu mata dokter tetap sensitif terhadap nuansa warna merah.
  • Ini memastikan dokter dapat membedakan dengan jelas antara pembuluh darah, saraf, dan jaringan tubuh lainnya selama operasi berlangsung.
3. Mengurangi Kelelahan Mata akibat Cahaya Lampu

Ruang operasi dilengkapi dengan lampu yang sangat terang agar tidak ada bayangan yang menghalangi pandangan.

  • Warna putih sangat memantulkan cahaya, yang bisa menyebabkan mata dokter cepat lelah dan silau.
  • Warna hijau atau biru menyerap cahaya lebih baik, sehingga memberikan lingkungan visual yang lebih tenang dan nyaman bagi tim medis selama prosedur yang memakan waktu berjam-jam.
Sejarah Singkat Perubahan Warna

Transisi ini dimulai sekitar tahun 1914. Seorang dokter terkemuka menyadari bahwa warna putih yang terlalu terang menyebabkan gangguan penglihatan. Sejak saat itu, penggunaan warna hijau (sering disebut surgical green) mulai diadopsi secara massal karena terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan konsentrasi di ruang bedah.

Saat ini, banyak rumah sakit juga menggunakan warna biru langit. Alasan di baliknya serupa: biru juga merupakan lawan dari merah dan memberikan efek menenangkan secara psikologis bagi pasien maupun staf.

Warna hijau pada baju bedah bukan sekadar identitas profesi, melainkan "teknologi visual" sederhana yang membantu dokter bedah bekerja dengan tingkat akurasi maksimal demi keselamatan pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....