Anzac Day: Tradisi Khidmat Australia Kenang Para Pahlawan

  • 25 Apr 2026 19:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Setiap tanggal 25 April, masyarakat Australia memperingati Anzac Day sebagai hari penting untuk mengenang jasa para prajurit. Peringatan ini juga dirayakan di Selandia Baru sebagai bentuk penghormatan terhadap pengorbanan tentara dalam sejarah perang.

Anzac Day berakar dari peristiwa Gallipoli Campaign pada tahun 1915 saat pasukan ANZAC mendarat di Semenanjung Gallipoli, Turki. Meskipun misi tersebut tidak berhasil secara militer, keberanian dan semangat para prajurit menjadi simbol nasional yang kuat.

Istilah ANZAC sendiri merupakan singkatan dari Australian and New Zealand Army Corps. Pasukan ini terdiri dari tentara Australia dan Selandia Baru yang bertugas bersama dalam Perang Dunia I.

Peringatan Anzac Day biasanya dimulai dengan upacara fajar atau “dawn service” yang berlangsung dengan suasana khidmat. Tradisi ini melambangkan waktu pendaratan pasukan di Gallipoli, sekaligus menjadi momen refleksi bagi masyarakat.

Selain upacara, berbagai kegiatan seperti parade militer dan peletakan karangan bunga juga dilakukan di berbagai kota. Lagu “The Last Post” biasanya dikumandangkan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para prajurit yang gugur.

Sejumlah penelitian dalam bidang psikologi sosial menunjukkan bahwa peringatan hari nasional seperti Anzac Day dapat memperkuat identitas kolektif dan rasa kebersamaan suatu bangsa. Momentum ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami sejarah dan nilai pengorbanan.

Hingga kini, Anzac Day tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga pengingat akan pentingnya perdamaian dan kemanusiaan. Semangat keberanian, solidaritas, dan pengorbanan yang diwariskan para prajurit terus hidup dalam ingatan masyarakat Australia dan Selandia Baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....