Mengenal Asian Emerald Dove, Si 'Permata' yang Pemalu

  • 23 Apr 2026 22:56 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di antara keluarga merpati yang sering dianggap biasa, muncul satu spesies yang tampak seolah baru saja keluar dari palet lukisan permata: Asian Emerald Dove. Dengan sayap berwarna hijau zamrud yang mengkilap, burung ini menjadi salah satu penghuni lantai hutan yang paling dicari oleh para pengamat burung di seluruh Asia Tenggara.

Identitas Visual yang Memukau

Sesuai namanya, daya tarik utama burung ini terletak pada bagian sayap dan punggungnya yang berwarna hijau metalik bercahaya. Warna ini memberikan kontras yang luar biasa dengan tubuh bagian bawahnya yang berwarna cokelat kemerahan atau terracotta.

  • Warna Sayap: Hijau zamrud mengkilap (zamrud).
  • Paruh: Merah cerah yang mencolok.
  • Perbedaan Jantan & Betina: Burung jantan memiliki bercak putih khas di bagian bahu dan dahi abu-abu pucat, sementara betina cenderung memiliki warna yang lebih kalem dan kecokelatan.
Kehidupan di Balik Rimbunnya Hutan

Berbeda dengan merpati perkotaan yang sering terlihat di kabel listrik atau atap bangunan, Asian Emerald Dove adalah penghuni hutan yang pemalu. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di permukaan tanah (terestrial) untuk mencari buah-buahan yang jatuh dan biji-bijian.

Menurut para ahli ornitologi, kecepatan terbang mereka sangat mengesankan. Mereka mampu melesat rendah di antara pepohonan dengan lincah, membuat kilatan hijau zamrudnya terlihat seperti bayangan yang berpendar di tengah gelapnya hutan.

Habitat dan Status Konservasi

Burung ini memiliki wilayah persebaran yang luas, mulai dari anak benua India hingga ke kepulauan Indonesia dan Australia. Di Indonesia, mereka dapat ditemukan di berbagai tipe hutan, mulai dari hutan hujan tropis hingga hutan mangrove.

Meskipun saat ini statusnya masih dikategorikan sebagai Least Concern (Risiko Rendah) oleh IUCN, habitat mereka terus terancam oleh deforestasi. Selain itu, karena kecantikannya, burung ini sering kali menjadi sasaran penangkapan ilegal untuk dijadikan burung hias.

Keindahan hijau zamrud ini paling sempurna dinikmati di alam liar. Membiarkan mereka terbang bebas di habitat aslinya adalah cara terbaik untuk memastikan "permata" ini tidak pudar dari bumi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....