Waspada! Secara Psikologi, 8 Tipe Orang Ini Tak Pantas Dijadikan Teman

  • 18 Apr 2026 07:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernahkah Anda merasa lelah secara mental setelah berkumpul dengan seseorang? Atau mungkin Anda merasa tidak menjadi diri sendiri saat berada di lingkaran pertemanan tertentu? Dalam ilmu psikologi, hubungan sosial seharusnya menjadi sumber dukungan (support system), bukan beban.

Pakar psikologi sering mengingatkan bahwa kualitas hidup kita sangat ditentukan oleh dengan siapa kita menghabiskan waktu. Berikut adalah 8 tipe orang yang sebaiknya Anda pertimbangkan untuk dijauhi demi kesehatan mental Anda:

1. Si Kritikus Abadi

Tipe ini selalu menemukan celah untuk mengkritik. Apapun pencapaian atau kebahagiaan Anda, mereka akan menutupinya dengan komentar negatif. Teman seperti ini perlahan-lahan dapat merusak rasa percaya diri Anda.

2. Sang "Magnet Drama"

Beberapa orang seolah-olah memiliki magnet untuk masalah. Hidup mereka penuh konflik, dan mereka selalu ingin Anda terlibat di dalamnya. Jika Anda terus bersama mereka, energi Anda akan habis hanya untuk mengurusi drama yang sebenarnya bukan urusan Anda.

3. Si "Penghisap Energi" (Energy Vampire)

Pernah bertemu orang yang selalu mengeluh tapi tidak pernah mau mencari solusi? Mereka datang hanya untuk menumpahkan emosi negatif. Secara psikologis, emosi itu menular, dan mereka bisa membuat Anda merasa lemas secara mental.

4. Teman yang Kompetitif Secara Tidak Sehat

Alih-alih mendukung, tipe ini melihat hidup sebagai perlombaan. Jika Anda punya kabar baik, mereka akan mencoba mengunggulinya dengan cerita mereka sendiri. Mereka tidak pernah benar-benar senang atas keberhasilan Anda.

5. Si Tukang Manipulasi

Mereka tahu cara membuat Anda merasa bersalah agar Anda melakukan apa yang mereka mau. Mereka menggunakan empati Anda sebagai senjata untuk kepentingan pribadi mereka.

6. Si "Pencuri Panggung" (Backstabber)

Di depan Anda mereka sangat manis, namun di belakang, mereka adalah orang pertama yang membocorkan rahasia atau menjatuhkan reputasi Anda. Kepercayaan adalah fondasi pertemanan; jika ini hilang, hubungan tersebut beracun.

7. Si Pasif-Agresif

Alih-alih bicara jujur jika ada masalah, mereka menggunakan sindiran atau perlakuan diam (silent treatment). Komunikasi dengan tipe ini sangat melelahkan karena Anda dipaksa "membaca pikiran" mereka.

8. Teman "Ada Maunya" (Opportunist)

Mereka sangat ramah dan hadir saat Anda sukses atau saat mereka butuh bantuan. Namun, saat Anda sedang jatuh atau mereka sudah mendapatkan apa yang diinginkan, mereka menghilang bak ditelan bumi.

Memutuskan hubungan pertemanan (cutting off) bukan berarti Anda jahat. Ini adalah bentuk self-love dan penetapan batasan (boundaries) yang sehat. Jika lingkungan sosial Anda sehat, Anda akan tumbuh lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....