Waspada Panggilan SPAM Semakin Marak

  • 11 Apr 2026 09:05 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Panggilan dari nomor tak dikenal yang berisi promosi hingga penipuan dikenal sebagai spam call dan semakin sering terjadi. Selain mengganggu, hal ini juga berpotensi membahayakan keamanan data pribadi.

Spam merupakan komunikasi massal tanpa izin yang tidak diinginkan oleh penerima. Dalam bentuk telepon, spam call biasanya dilakukan untuk promosi, penipuan, atau upaya mengambil data.

Mengutip dari idCloudhost.Com, panggilan ini umumnya bersifat berulang dan tidak relevan bagi penerima. Bahkan, banyak kasus yang menggunakan berbagai modus untuk menipu korban.

Meski kini tersedia fitur anti-spam, pemahaman terhadap ciri-cirinya tetap penting. Hal ini membantu membedakan antara panggilan berbahaya dan panggilan biasa.

Salah satu tanda spam call adalah panggilan dari nomor luar negeri tanpa alasan jelas. Kondisi ini patut dicurigai, terutama jika tidak memiliki relasi di sana.

Penggunaan nomor tersembunyi atau private number juga sering digunakan pelaku. Cara ini bertujuan menyamarkan identitas agar sulit dilacak.

Modus lain adalah panggilan singkat yang langsung terputus untuk memancing korban menelepon balik. Tindakan ini berisiko terhadap keamanan data maupun biaya.

Di tengah kebiasaan menggunakan aplikasi pesan, panggilan langsung dari nomor asing perlu diwaspadai. Terlebih jika nomor tersebut tidak tersimpan di kontak.

Beberapa aplikasi dapat membantu mengidentifikasi nomor yang terindikasi spam. Jika sudah ditandai, sebaiknya nomor tersebut segera diblokir.

Penggunaan aplikasi pemblokir spam menjadi solusi efektif untuk mengurangi gangguan. Sistemnya bekerja berdasarkan laporan pengguna lain.

Fitur blokir bawaan ponsel juga dapat dimanfaatkan untuk menghentikan panggilan mencurigakan. Cara ini cukup sederhana namun efektif.

Waspadai pula tawaran yang terdengar terlalu menggiurkan. Modus seperti hadiah atau pinjaman mudah sering digunakan untuk menipu.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....