sebelum Runtuh Dimakan Zaman, Intip Rahasia Kota Paling Mustahil di Dunia Ini!
- 01 Apr 2026 21:58 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah gersangnya lembah Hadramaut, menjulang deretan "pencakar langit" yang tampak mustahil. Bukan terbuat dari baja atau beton, bangunan-bangunan setinggi tujuh hingga delapan lantai ini sepenuhnya terbuat dari lumpur dan jerami. Inilah Shibam, kota bertembok yang menyimpan rahasia ketahanan arsitektur selama lebih dari 450 tahun.
Keajaiban Arsitektur Lumpur
Shibam bukan sekadar pemukiman; ia adalah bukti kecerdasan manusia dalam beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrem. Rahasia kekuatannya terletak pada bata lumpur (mud-brick) yang dikeringkan di bawah sinar matahari.
Setiap gedung dirancang dengan struktur yang semakin mengecil ke atas untuk mengurangi beban pada fondasi. Dinding bagian bawah dibuat sangat tebal (mencapai 2 meter) untuk menopang berat struktur di atasnya. Untuk menjaga agar bangunan tidak hancur oleh hujan dan erosi, penduduk setempat secara rutin melapisinya dengan kapur putih (nura) yang berfungsi sebagai pelapis kedap air alami.
Sistem Pertahanan Vertikal
Mengapa mereka membangun ke atas di tengah padang pasir yang luas? Jawabannya adalah keamanan.
- Perlindungan dari Musuh: Dengan membangun gedung tinggi yang rapat dan dikelilingi tembok kota, penduduk Shibam dapat memantau datangnya serangan suku pengembara dari kejauhan.
- Manajemen Ruang: Ketinggian ini juga memberikan perlindungan dari banjir bandang yang sesekali menerjang lembah (wadi).
Gaya Hidup Vertikal yang Unik
Rahasia lain dari Shibam terletak pada pembagian ruang di dalam gedungnya:
- Lantai Bawah: Digunakan sebagai gudang gandum dan kandang ternak.
- Lantai Menengah: Area publik dan ruang tamu untuk pria (diwan).
- Lantai Atas: Area privat untuk keluarga dan wanita, sering kali dilengkapi dengan jembatan antar gedung agar para wanita bisa bersosialisasi tanpa harus turun ke jalanan.
Ancaman di Balik Kemegahan
Meskipun telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Shibam kini menghadapi tantangan besar. Konflik berkepanjangan di Yaman dan perubahan iklim yang memicu hujan ekstrem mengancam ketahanan material lumpur tersebut. Tanpa perawatan rutin yang melibatkan seni pertukangan kuno, "pencakar langit" pertama di dunia ini berisiko kembali menjadi tanah.
Shibam tetap menjadi pengingat bisu bahwa dengan lumpur dan kreativitas, manusia mampu menciptakan kemegahan yang melampaui zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....