Kenapa di Depok Lama Banyak Gereja? Ini Penjelasan Sejarahnya
- 23 Mar 2026 21:15 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Jika Anda berkunjung ke kawasan Depok Lama, pemandangan deretan gereja tua yang megah akan menyambut Anda di sepanjang jalan utama seperti Jl. Pemuda. Fenomena ini seringkali memicu pertanyaan: Mengapa konsentrasi rumah ibadah umat Kristiani begitu tinggi di wilayah yang kini dikenal sebagai bagian dari Jawa Barat ini?
Jawabannya bukan karena kebetulan, melainkan warisan sejarah dari seorang saudagar Belanda bernama Cornelis Chastelein pada akhir abad ke-17.
1. Warisan Cornelis Chastelein dan 12 Marga
Pada tahun 1696, Chastelein membeli lahan luas di Depok. Berbeda dengan tuan tanah Belanda lainnya, ia memiliki visi religius dan sosial. Ia membebaskan para budaknya yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara (seperti Bali, Ambon, dan Bugis) dengan syarat mereka memeluk agama Kristen.
Kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai "Kaoem Depok" yang terbagi dalam 12 marga (seperti Jonathans, Laurens, Bacas, dsb). Untuk memfasilitasi ibadah warga merdeka ini, gereja-gereja mulai dibangun sejak awal abad ke-18.
2. Status "Tanah Partikelir" yang Mandiri
Selama berabad-abad, Depok Lama berstatus sebagai tanah partikelir yang otonom. Mereka memiliki pemerintahan sendiri dan aturan internal yang sangat dipengaruhi oleh ajaran Kristen Protestan. Inilah yang menyebabkan komunitas Kristen tumbuh sangat solid dan dominan di pusat kota Depok pada masa itu.
3. Transformasi Bangunan Bersejarah
Beberapa gereja yang berdiri sekarang merupakan hasil renovasi dari bangunan asli yang sudah berusia ratusan tahun. Contoh paling ikonik adalah Gereja Immanuel Depok (GPIB) yang terletak di Jalan Pemuda. Gereja ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol identitas bagi keturunan asli Depok Lama.
4. Pusat Pendidikan dan Misi
Selain faktor pembebasan budak, Depok Lama juga menjadi pusat pendidikan teologi pada masa kolonial. Keberadaan sekolah-sekolah Kristen dan seminari di masa lalu turut memperkuat ekosistem gereja di kawasan tersebut hingga saat ini.
Meskipun kini Depok telah berkembang menjadi kota metropolitan yang sangat heterogen, kawasan Depok Lama tetap dijaga sebagai cagar budaya untuk mengenang titik awal berdirinya komunitas Kristen pertama di pinggiran Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....