Bukan Sekadar Anabul, ternyata Ini Sejarah Panjang Kucing Masuk ke Indonesia
- 23 Mar 2026 19:45 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kucing kini menjadi hewan peliharaan paling populer di Indonesia, mulai dari kucing kampung yang lincah hingga ras impor yang mewah. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana nenek moyang anabul (anak bulu) ini bisa sampai ke kepulauan Indonesia? Ternyata, perjalanan mereka melibatkan diplomasi kuno, perdagangan rempah, hingga mitologi.
1. Berawal dari Gurun Pasir Mesir
- Semua kucing domestik di dunia (Felis catus) berakar dari nenek moyang yang sama, yaitu kucing liar Afrika (Felis lybica). Ribuan tahun lalu di Timur Tengah dan Mesir Kuno, kucing mulai mendekati pemukiman manusia karena kelimpahan tikus di lumbung padi.
- Karena kemampuannya menjaga cadangan pangan, kucing mulai dihargai, bahkan dianggap suci. Dari sinilah "ekspansi" global mereka dimulai melalui kapal-kapal pedagang.
2. Mengikuti Jalur Sutra dan Perdagangan Maritim
Penyebaran kucing ke Asia, termasuk Indonesia, tidak lepas dari jalur perdagangan kuno. Ada dua jalur utama yang diyakini para sejarawan:
- Jalur Darat (Sutra): Kucing dibawa dari Timur Tengah menuju Asia Tengah hingga Tiongkok.
- Jalur Laut: Ini adalah jalur yang paling relevan bagi Indonesia. Para pelaut dari India, Tiongkok, dan Arab membawa kucing di atas kapal untuk menjaga kargo makanan dari serangan hama tikus selama berbulan-bulan di laut.
3. Masuknya Kucing ke Nusantara
Kucing diperkirakan mulai menetap di kepulauan Nusantara seiring dengan meningkatnya interaksi perdagangan pada masa kerajaan Hindu-Buddha.
- Pengaruh India dan Tiongkok: Melalui hubungan dagang dan penyebaran agama, kucing-kucing dari daratan Asia mulai mendarat di pelabuhan besar seperti Sriwijaya dan Majapahit.
- Simbol Status: Di masa lalu, memiliki kucing tertentu seringkali menjadi simbol status di kalangan bangsawan atau penghuni keraton.
- Kucing "Busok" Madura: Salah satu bukti unik sejarah kucing di Indonesia adalah Kucing Busok dari Pulau Raas, Madura. Kucing ini memiliki ciri fisik unik dan isolasi geografis yang membuatnya menjadi ras asli Indonesia yang diakui dunia.
4. Era Kolonial dan Keanekaragaman Ras
Kedatangan bangsa Eropa (Portugis, Belanda, dan Inggris) pada abad ke-16 membawa varietas baru. Mereka membawa kucing-kucing dari Eropa yang kemudian kawin silang dengan kucing lokal, menciptakan keberagaman genetika yang kita lihat pada "kucing domestik Indonesia" saat ini.
Meskipun kucing sudah ada di Indonesia sejak berabad-abad lalu, tren memelihara kucing ras (seperti Persia atau Anggora) baru meledak secara masif di Indonesia pada akhir abad ke-20.
Kini, Indonesia bukan hanya menjadi rumah bagi jutaan kucing, tapi juga memiliki komunitas pecinta hewan yang sangat besar, membuktikan bahwa ikatan antara manusia dan kucing di Nusantara telah terjalin sangat kuat melintasi zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....