Diskon yang Mengalahkan Logika

  • 18 Mar 2026 14:08 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Belanja online kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Kemudahan akses dan berbagai promo membuat proses membeli terasa cepat dan praktis. Dalam hitungan detik, barang bisa langsung masuk ke keranjang dan dibayar.

Namun, tidak sedikit keputusan belanja dilakukan tanpa banyak pertimbangan. Flash sale, diskon besar, dan batas waktu sering membuat orang terburu-buru. Akhirnya, keputusan diambil bukan karena kebutuhan, tetapi karena dorongan sesaat.

Fenomena ini dikenal sebagai impulse buying. Penelitian dalam Journal of Consumer Research menunjukkan bahwa tekanan waktu seperti flash sale dapat meningkatkan kecenderungan membeli secara impulsif. Kondisi ini membuat seseorang lebih fokus pada peluang daripada kebutuhan.

Akibatnya, barang yang dibeli sering kali tidak benar-benar digunakan. Rasa puas muncul di awal, tetapi cepat berganti menjadi penyesalan. Pola ini bisa berulang tanpa disadari.

Perlu dipahami, sistem belanja online memang dirancang untuk menarik perhatian dan mendorong keputusan cepat. Notifikasi, hitung mundur, dan label “terbatas” menjadi pemicu utama. Hal ini membuat pengguna lebih mudah terpengaruh.

Menghindari kebiasaan ini bisa dimulai dengan langkah sederhana. Memberi jeda sebelum membeli atau menanyakan kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan dapat membantu. Cara ini memberi ruang untuk berpikir lebih jernih.

Pada akhirnya, belanja bukan hanya soal kemudahan, tetapi juga kesadaran. Diskon memang menarik, tetapi tidak selalu berarti perlu. Dengan lebih bijak mengambil keputusan, kebiasaan belanja bisa menjadi lebih terarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....