Panduan Lengkap Niat Zakat Fitrah Sesuai Peruntukannya

  • 05 Mar 2026 15:46 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyempurnakan ibadahnya melalui zakat fitrah. Kewajiban ini berlaku mutlak bagi setiap jiwa yang menemui sebagian waktu di bulan Ramadan dan awal Syawal. Mulai dari laki-laki, perempuan, lansia, hingga bayi yang baru lahir, semuanya terikat dalam syariat yang mulia ini.

Namun, tahukah Anda bahwa sah atau tidaknya zakat sangat bergantung pada kemantapan niat? Ustadz Mahbib Khoiron menekankan bahwa dalam zakat fitrah, niat jauh lebih krusial dibandingkan sekadar ijab-qabul. Hal ini dikarenakan zakat bukanlah transaksi bisnis seperti jual-beli, melainkan bentuk ketaatan spiritual dan pensucian diri bagi yang menunaikannya.

Secara teknis, besaran zakat yang wajib dikeluarkan adalah setara dengan 2,5 kg atau 3,5 liter beras maupun makanan pokok per jiwa. Syarat utamanya adalah seseorang memiliki kecukupan kebutuhan pokok untuk malam dan hari raya Idulfitri. Tujuannya sangat mulia, yakni membantu sesama yang membutuhkan agar bisa merayakan kemenangan dengan layak.

Seringkali, satu orang dalam keluarga mewakili anggota lainnya dalam membayar zakat. Agar ibadah ini tertunaikan dengan sempurna, sangat penting bagi kita untuk melafalkan niat sesuai dengan peruntukannya. Mengucapkan niat yang tepat secara lisan maupun dalam hati akan memberikan ketenangan batin bahwa amanah agama telah dijalankan dengan benar.

Bagi Anda yang membayar untuk diri sendiri, bisa melafalkan: “Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an nafsi fardhan lillahi taala.” Sementara itu, jika Anda seorang suami yang membayarkan untuk istri, niatnya berbunyi: “Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an zaujati fardhan lillahi taala,” yang berarti niat tersebut dikhususkan untuk pasangan tercinta.

Tak hanya itu, orang tua juga bisa membayarkan zakat untuk anak-anaknya. Untuk anak laki-laki, gunakan lafal “an waladi”, sedangkan untuk anak perempuan gunakan “an binti” diikuti penyebutan nama mereka. Jika ingin lebih praktis, tersedia juga niat kolektif untuk diri sendiri dan seluruh anggota keluarga yang nafkahnya menjadi tanggunggan Anda secara syariat.

Setelah menyerahkan zakat, jangan lupa untuk membaca doa penerima atau pemberi zakat: “Ajara kallahu fiima a’thaita, wa baraka laka fiima abqaita, wa ja’alahu laka thuuran.” Doa ini berisi harapan agar Allah memberikan pahala atas apa yang diberikan, memberkahi harta yang tersisa, dan menjadikannya sebagai pembersih jiwa bagi kita semua.

Mari segera tunaikan kewajiban zakat fitrah Anda melalui amil zakat terpercaya sebelum waktu salat Idulfitri tiba. Dengan niat yang benar dan tulus, mari kita raih kesucian diri sekaligus berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan di hari kemenangan nanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....