Peringatan Hari Satwa Liar Sedunia
- 03 Mar 2026 22:42 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Satwa liar bukan sekadar penghuni hutan, tetapi penjaga keseimbangan alam. Mereka membantu hutan tetap hidup, yang pada akhirnya juga menjaga kehidupan manusia.
Melindungi satwa bisa dimulai dari hal sederhana, tidak memelihara satwa liar, menjaga habitatnya, dan mendukung upaya konservasi. Karena ketika satwa aman, alam lestari, dan masa depan tetap terjaga.
Dikutip dari laman ksdea.kehutanan.go.id pada Selasa, 3 Maret 2026, Hari Satwa Liar Sedunia bertujuan untuk merayakan keanekaragaman hayati dunia, meningkatkan kesadaran akan ancaman terhadap spesies, dan mengkampanyekan upaya melawan kejahatan satwa liar. Tanggal 3 Maret dipilih karena bertepatan dengan pengesahan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES) pada tahun 1973.
Peringatan Hari Satwa Liar Sedunia (World Wildlife Day) sebagai pengingat bahwa keanekaragaman hayati adalah fondasi kehidupan. Tahun 2026 mengangkat tema “Medicinal and Aromatic Plants: Conserving Health, Heritage and Livelihoods” menegaskan pentingnya tumbuhan obat dan aromatik dalam menjaga kesehatan, warisan budaya, serta keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.
Hutan bukan hanya rumah bagi satwa liar, tetapi juga sumber ribuan tanaman berkhasiat yang menopang pengobatan tradisional dan modern. Melestarikannya berarti menjaga keseimbangan ekosistem, kearifan lokal, dan masa depan generasi mendatang.
Tanaman obat dan aromatik (Medicinal and Aromatic Plants/MAPs) telah menjadi fondasi sistem kesehatan tradisional di berbagai belahan dunia. Mereka menyediakan senyawa bioaktif bagi pengobatan modern, menopang industri herbal dan farmasi, serta menjadi sumber ekonomi masyarakat lokal.
Indonesia, sebagai salah satu negara dengan biodiversitas tertinggi di dunia, sangat relevan dengan tema tersebut. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), obat tradisional masih digunakan oleh sekitar 70–95 persen populasi di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Namun, eksploitasi yang berlebihan dan hilangnya habitat telah menempatkan banyak spesies dalam tekanan serius. Konservasi tumbuhan liar kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi ketahanan kesehatan global.
Peringatan Hari Satwa Liar tahun ini memberikan pengingat yang kuat kepada masyarakat Indonesia bahwa menjaga alam merupakan investasi untuk masa depan. Dengan melindungi satwa liar dan tumbuhan aromatik, kita turut menjaga kesehatan nasional, identitas budaya, serta keseimbangan ekosistem bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....