Misteri 'Zona Gelap' Greenland yang Meluas Akhirnya Terpecahkan

  • 02 Mar 2026 22:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Selama bertahun-tahun, hamparan es Greenland yang biasanya putih berkilau menunjukkan pemandangan yang mengkhawatirkan. Sebuah koridor gelap seluas ratusan kilometer mulai muncul dan meluas. Fenomena yang dikenal sebagai "Dark Zone" ini menjadi teka-teki besar bagi para klimatolog karena es yang gelap menyerap lebih banyak panas matahari dibandingkan es putih bersih.

Kini, tim peneliti internasional akhirnya berhasil mengungkap penyebab di balik menghitamnya "jantung" es di utara tersebut.

Bukan Debu, Melainkan 'Hutan Alga'

Awalnya, banyak ilmuwan menduga bahwa kegelapan ini disebabkan oleh debu dari gurun atau jelaga (karbon hitam) hasil pembakaran hutan di wilayah Siberia dan Kanada. Namun, penelitian terbaru menunjukkan pelakunya adalah organisme hidup: Alga Es pigmentasi.

Alga ini berbeda dengan alga yang kita temukan di laut. Mereka beradaptasi untuk hidup di permukaan es yang mencair. Untuk melindungi diri dari radiasi ultraviolet (UV) yang ekstrem di kutub, alga-alga ini memproduksi pigmen ungu kecokelatan yang berfungsi sebagai "tabir surya" alami.

Mekanisme Umpan Balik yang Mematikan

Masalah utama dari kehadiran alga ini bukanlah sekadar perubahan warna, melainkan efek Albedo. Albedo adalah kemampuan permukaan untuk memantulkan kembali sinar matahari.

  • Es Bersih: Memiliki albedo tinggi (memantulkan sekitar 90% sinar matahari).
  • Zona Gelap: Memiliki albedo rendah (hanya memantulkan sekitar 35-50% sinar matahari).

Sisa energi yang tidak dipantulkan akan diserap sebagai panas. Panas ini mencairkan es di sekitar alga, menyediakan lebih banyak air bagi alga untuk tumbuh subur, yang kemudian memperluas zona gelap tersebut. Ini adalah lingkaran setan yang mempercepat kenaikan permukaan air laut global.

Dampak Perubahan Iklim

Laporan penelitian menunjukkan bahwa musim panas yang lebih panjang dan suhu yang lebih hangat di Greenland memberikan "bahan bakar" bagi alga ini untuk meledak populasinya. Jika tren ini berlanjut, kontribusi Greenland terhadap kenaikan air laut bisa meningkat secara drastis dalam dekade mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....