Quokka: Rahasia di Balik Senyum "Hewan Paling Bahagia di Dunia"

  • 02 Mar 2026 19:44 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di sebuah pulau kecil di lepas pantai Australia Barat, hidup seekor mamalia kecil yang berhasil memenangkan hati jutaan orang di internet. Dikenal secara ilmiah sebagai Setonix brachyurus, atau lebih populer dengan nama Quokka, hewan ini menjadi simbol kebahagiaan berkat ekspresi wajahnya yang selalu terlihat tersenyum.

Mengenal Lebih Dekat Setonix Brachyurus

Meskipun sekilas terlihat seperti tikus raksasa atau kangguru kerdil, Quokka adalah anggota keluarga Macropodidae. Berikut adalah beberapa fakta unik mengenai mereka:

  • Habitat Terbatas: Quokka sebagian besar ditemukan di Pulau Rottnest. Mereka sangat menyukai area semak belukar dan lahan basah.
  • Sistem Pencernaan Unik: Sebagai herbivora, mereka memakan berbagai jenis rumput dan daun. Menariknya, mereka memiliki sistem pencernaan yang mirip dengan sapi, di mana mereka dapat memuntahkan kembali makanan untuk dikunyah lagi agar nutrisinya terserap maksimal.
  • Adaptasi Air: Quokka mampu bertahan hidup dalam waktu lama tanpa minum air, karena mereka mendapatkan sebagian besar hidrasi dari vegetasi yang mereka makan.
Mengapa Mereka "Tersenyum"?

Secara ilmiah, "senyum" pada Quokka sebenarnya bukanlah ekspresi emosi seperti manusia. Bentuk mulut dan struktur rahang Setonix brachyurus memang tercipta sedemikian rupa untuk membantu mereka mengatur suhu tubuh (terengah-engah) dan mengunyah makanan yang keras. Namun, sifat mereka yang tidak takut pada manusia membuat interaksi dengan mereka terasa sangat ramah.

Peringatan Penting: Walaupun terlihat menggemaskan, otoritas setempat di Australia melarang keras pengunjung untuk memberi makan atau menyentuh Quokka. Ada denda yang cukup besar bagi siapa pun yang melanggar, demi menjaga kesehatan dan sifat liar mereka.

Status Konservasi

Sayangnya, di balik popularitasnya, Setonix brachyurus diklasifikasikan sebagai spesies Rentan (Vulnerable) oleh IUCN. Ancaman utama mereka berasal dari kehilangan habitat dan predator invasif seperti rubah dan kucing di wilayah daratan utama Australia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....