Apakah Bunyi Kodok Berkaitan dengan Pertanda Khusus?

  • 28 Feb 2026 16:26 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Suara kodok atau katak yang terdengar nyaring, terutama pada malam hari, sering dikaitkan dengan berbagai pertanda oleh masyarakat. Secara ilmiah, bunyi tersebut merupakan bagian dari perilaku alami hewan amfibi ini, bukan tanda mistis. Kodok biasanya berbunyi sebagai bentuk komunikasi, terutama saat kondisi lingkungan mendukung.

Salah satu pertanda paling umum ketika kodok berbunyi adalah datangnya musim hujan. Kodok sangat aktif saat udara lembap dan curah hujan meningkat. Lingkungan yang basah membantu mereka berkembang biak karena telur dan berudu membutuhkan air untuk tumbuh. Oleh sebab itu, suara kodok sering terdengar lebih ramai menjelang atau setelah hujan turun.

Selain itu, bunyi kodok juga menjadi tanda musim kawin. Biasanya kodok jantan akan mengeluarkan suara keras untuk menarik perhatian betina. Mereka mengembangkan kantung suara di bagian leher untuk menghasilkan bunyi yang lebih nyaring. Semakin kuat dan sering suara yang dikeluarkan, semakin besar peluang menarik pasangan.

Dalam konteks lingkungan, suara kodok juga bisa menjadi indikator ekosistem yang masih cukup baik. Kodok termasuk hewan yang sensitif terhadap pencemaran. Jika populasi kodok masih aktif dan sering terdengar, hal ini dapat menandakan lingkungan sekitar masih memiliki kualitas air dan udara yang cukup bersih.

Meski di beberapa daerah suara kodok sering dikaitkan dengan mitos tertentu, secara umum bunyi tersebut merupakan bagian dari siklus alami kehidupan mereka. Jadi, ketika mendengar kodok berbunyi di malam hari, kemungkinan besar itu pertanda musim hujan, musim berkembang biak, atau kondisi lingkungan yang lembap dan mendukung kehidupan mereka.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....