Dampak Penggunaan Tisu Berlebihan Terhadap Lingkungan

  • 28 Feb 2026 10:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tisu merupakan produk sekali pakai yang sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, perkantoran, maupun tempat umum. Kemudahan penggunaan dan sifatnya yang praktis membuat tisu sering dipilih untuk berbagai keperluan. Namun, di balik kepraktisan tersebut, penggunaan tisu secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif yang cukup serius terhadap lingkungan.

Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Journal of Cleaner Production, konsumsi produk kertas sekali pakai berkontribusi signifikan terhadap peningkatan volume limbah dan tekanan terhadap sumber daya alam, khususnya hutan. Permintaan yang tinggi terhadap produk berbahan kertas mendorong eksploitasi bahan baku secara terus-menerus.

Proses produksi tisu membutuhkan kayu sebagai bahan utama, serta air dan energi dalam jumlah besar. Selain mengurangi tutupan hutan, proses ini juga menghasilkan emisi karbon yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Limbah cair dan bahan kimia dari pabrik kertas berpotensi mencemari air dan tanah jika tidak dikelola dengan baik.

Tisu bekas yang dibuang sembarangan juga menjadi masalah tersendiri. Sebagian besar tisu sulit terurai dalam waktu singkat, terutama jika tercampur dengan sampah lain. Akumulasi tisu bekas memperburuk permasalahan sampah perkotaan dan dapat menyumbat saluran air, yang berisiko menyebabkan banjir.

Penggunaan tisu secara berlebihan turut meningkatkan volume limbah domestik rumah tangga. Hal ini menambah beban pengelolaan sampah bagi pemerintah daerah, mulai dari pengangkutan hingga proses akhir di tempat pembuangan. Semakin banyak sampah yang dihasilkan, semakin besar pula biaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menanganinya.

Sebagai upaya mengurangi dampak lingkungan, masyarakat dapat beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan kain lap yang dapat dicuci ulang, sapu tangan, atau tisu daur ulang merupakan langkah sederhana namun efektif. Kebiasaan menggunakan barang pakai ulang membantu menekan jumlah sampah sekali pakai.

Kesadaran masyarakat dalam mengurangi konsumsi tisu perlu terus ditingkatkan melalui edukasi dan perubahan pola hidup. Meskipun terlihat sepele, perubahan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....