Cara Mengetahui Daging Ayam Tiren agar Tidak Tertipu saat Membeli

  • 28 Feb 2026 10:25 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Peredaran daging ayam tiren atau ayam yang mati sebelum disembelih masih menjadi perhatian masyarakat. Praktik ini merugikan konsumen karena selain menurunkan kualitas rasa, juga berisiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami ciri-ciri ayam tiren agar tidak tertipu saat berbelanja di pasar maupun tempat penjualan lainnya.

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah warna dagingnya. Ayam tiren umumnya terlihat lebih pucat atau cenderung kebiruan, berbeda dengan ayam segar yang berwarna merah muda cerah. Selain itu, permukaan kulit ayam tiren sering tampak kusam dan tidak segar. Perbedaan warna ini terjadi karena proses kematian yang tidak melalui penyembelihan sempurna sehingga darah tidak keluar secara optimal.

Tekstur daging juga dapat menjadi indikator. Daging ayam segar terasa kenyal saat ditekan dan kembali ke bentuk semula. Sebaliknya, ayam tiren biasanya terasa lebih lembek dan tidak elastis. Jika ditekan terlalu lama meninggalkan bekas, konsumen patut waspada terhadap kualitas daging tersebut.

Aroma menjadi penentu penting lainnya. Daging ayam yang tidak segar umumnya mengeluarkan bau amis menyengat atau bahkan sedikit asam. Perhatikan pula kondisi darah pada bagian leher atau sayatan. Ayam segar biasanya menunjukkan warna merah cerah, sedangkan ayam tiren cenderung berwarna gelap dan menggumpal.

Masyarakat diimbau untuk membeli daging ayam di tempat terpercaya dengan kondisi kebersihan yang terjaga. Memilih pedagang yang memiliki reputasi baik serta memperhatikan penyimpanan daging dapat meminimalkan risiko. Kewaspadaan konsumen menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan keluarga dari potensi bahaya konsumsi daging yang tidak layak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....