Sapu Tangan Masih Dibutuhkan di tengah Budaya Tisu Sekali Pakai
- 28 Feb 2026 10:18 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sapu tangan pernah menjadi perlengkapan wajib yang hampir selalu dibawa setiap orang dalam aktivitas sehari-hari. Benda sederhana ini memiliki banyak fungsi, mulai dari mengelap keringat hingga menjaga kebersihan saat batuk atau bersin. Namun, seiring perkembangan zaman dan meningkatnya gaya hidup serba praktis, keberadaan sapu tangan perlahan tergeser oleh tisu sekali pakai yang dinilai lebih mudah dan cepat digunakan.
Penggunaan tisu memang menawarkan kepraktisan karena dapat langsung dibuang setelah dipakai. Hal ini dianggap lebih higienis oleh sebagian masyarakat. Selain itu, ketersediaan tisu yang mudah ditemukan di berbagai tempat turut mendorong peralihan kebiasaan tersebut. Akibatnya, generasi muda kini lebih jarang membawa sapu tangan sebagai perlengkapan pribadi.
Meski demikian, sapu tangan memiliki keunggulan dari sisi ramah lingkungan. Penggunaannya yang dapat dicuci dan dipakai kembali membantu mengurangi limbah kertas yang semakin meningkat setiap hari. Dalam konteks kepedulian terhadap lingkungan, penggunaan sapu tangan dinilai sebagai langkah kecil yang berdampak besar dalam mengurangi sampah sekali pakai.
Dari sisi ekonomi, sapu tangan juga lebih hemat dalam jangka panjang. Seseorang cukup memiliki beberapa lembar untuk digunakan secara bergantian. Setelah dipakai, sapu tangan hanya perlu dicuci agar kembali bersih dan siap digunakan. Bahan katun yang lembut pun cenderung lebih nyaman di kulit dibandingkan sebagian tisu yang dapat menyebabkan iritasi jika digunakan terlalu sering.
Pengamat lingkungan mendorong masyarakat untuk kembali mempertimbangkan penggunaan sapu tangan sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Dengan menjaga kebersihan melalui pencucian rutin, sapu tangan tetap higienis dan relevan digunakan di tengah budaya tisu yang semakin dominan saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....