Rahasia di Balik Paruh Burung

  • 26 Feb 2026 21:07 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernahkah Anda melihat burung pipit atau kutilang dengan asyiknya mematuk buah beri yang masih hijau atau buah asam yang membuat kita mengernyitkan dahi hanya dengan membayangkannya? Bagi manusia, rasa asam yang ekstrem bisa jadi menyiksa, namun bagi dunia unggas, itu adalah hidangan bintang lima.

Para ahli ornitologi (ahli burung) mengungkapkan bahwa ada alasan evolusioner dan biologis mengapa burung tidak keberatan dengan rasa asam tersebut. Berikut adalah beberapa rahasia di baliknya:

1. Keterbatasan Reseptor Rasa

Berbeda dengan manusia yang memiliki ribuan bintil lidah (taste buds), burung umumnya memiliki jumlah reseptor rasa yang jauh lebih sedikit.

  • Manusia: Memiliki sekitar 9.000 reseptor rasa.
  • Burung: Rata-rata hanya memiliki kurang dari 50 hingga 500 reseptor rasa. Hal ini membuat sensitivitas mereka terhadap rasa masam tidak sekuat kita. Bagi mereka, buah asam mungkin hanya terasa "segar" tanpa rasa tajam yang mengganggu.
2. Sumber Nutrisi dan Antioksidan

Buah-buahan yang cenderung asam biasanya kaya akan Vitamin C dan asam organik. Bagi burung, nutrisi ini sangat penting untuk:

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Membantu metabolisme energi saat terbang jauh.
  • Menjaga kesehatan bulu agar tetap berkilau.
3. Strategi Bertahan Hidup (Persaingan Makanan)

Dengan menyukai buah yang asam (atau buah yang belum matang sempurna), burung memenangkan persaingan makanan. Banyak mamalia menghindari buah asam karena perut mereka tidak kuat menahan tingkat keasamannya. Burung memanfaatkan celah ini agar tetap bisa makan tanpa harus berebut dengan hewan lain.

4. Pencernaan yang Tangguh

Burung memiliki sistem pencernaan yang sangat cepat dan efisien. Kandungan asam dalam buah justru membantu mereka memecah makanan lebih cepat di dalam tembolok dan lambung kelenjar (proventriculus) sebelum diproses lebih lanjut.

Beberapa jenis burung bahkan menggunakan zat asam dari buah (atau serangga seperti semut) untuk dioleskan ke bulu mereka sebagai pestisida alami guna mengusir kutu!

Jadi, jangan heran lagi jika pohon buah asam di halaman Anda habis dipatuki burung. Mereka bukan sedang "menyiksa diri," melainkan sedang menikmati suplemen kesehatan alami dari alam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....