Benteng ‘Hidup’ Terakhir di Dunia dari Jantung Gurun Thar
- 25 Feb 2026 21:42 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah hamparan pasir keemasan Gurun Thar, berdiri sebuah mahakarya arsitektur yang seolah muncul dari negeri dongeng. Benteng Jaisalmer, atau yang lebih dikenal penduduk setempat sebagai Sonar Quila (Benteng Emas), bukan sekadar monumen batu yang membisu. Ia adalah sejarah yang bernapas.
Dibangun pada tahun 1156 M oleh Raja Rawal Jaisal, benteng ini menyandang predikat unik sebagai salah satu dari sedikit "benteng hidup" (living fort) yang tersisa di dunia. Berbeda dengan benteng-benteng lain di India yang kini menjadi museum sunyi, Jaisalmer tetap menjadi rumah bagi sekitar 3.000 hingga 4.000 penduduk yang menetap di dalam tembok-tembok raksasanya.
Keunikan yang Memukau Dunia
Apa yang membuat Benteng Jaisalmer begitu istimewa hingga masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO? Berikut adalah beberapa faktanya:
- Kamuflase Emas: Benteng ini dibangun menggunakan batu pasir kuning khas Rajasthan. Saat matahari terbit dan terbenam, dinding-dindingnya memancarkan warna kuning madu yang berkilau, membuatnya tampak menyatu dengan Gurun Thar dan hampir tak terlihat oleh musuh dari kejauhan.
- Labirin Kehidupan: Di balik gerbang raksasanya, pengunjung akan menemukan labirin jalan sempit yang dipenuhi dengan rumah-rumah kuno (Haveli), kuil-kuil Jain yang berukir rumit, toko kerajinan tangan, hingga kedai kopi modern.
- Saksi Jalur Sutra: Dahulu, benteng ini merupakan titik perlintasan penting bagi para pedagang yang menempuh perjalanan antara India, Persia, dan Arab. Kekayaan dari pajak perdagangan inilah yang mendanai kemegahan arsitektur di dalamnya.
Tantangan di Era Modern
Meskipun kokoh bertahan selama lebih dari 800 tahun, Benteng Jaisalmer kini menghadapi tantangan besar. Sebagai "benteng hidup", peningkatan populasi dan sistem drainase modern menjadi ancaman bagi struktur batu pasirnya yang sensitif terhadap air.
Jika Anda berencana berkunjung ke "Kota Emas" ini pada tahun 2026, pastikan untuk:
- Menikmati Matahari Terbenam: Waktu terbaik melihat efek "emas" adalah saat senja dari titik pandang di luar benteng.
- Menjelajahi Kuil Jain: Ada tujuh kuil Jain di dalam benteng yang terkenal dengan ukiran batu yang sangat mendetail, menyerupai renda.
- Mendukung Ekonomi Lokal: Belilah kerajinan tangan langsung dari pengrajin yang tinggal di dalam benteng untuk membantu pelestarian budaya mereka
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....