Mengapa Ikan Sapu-Sapu Kini Jadi Hama yang Ditakuti?
- 29 Jan 2026 20:43 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu: Di balik kemampuannya membersihkan kaca akuarium, ikan sapu-sapu menyimpan sisi gelap saat dilepas ke alam liar. Spesies asal Amerika Selatan ini kini resmi menyandang status sebagai spesies invasif yang mengancam ekosistem perairan lokal di berbagai wilayah Indonesia.
Lantas, apa yang membuat ikan yang tampak tenang ini begitu berbahaya bagi lingkungan? Berikut adalah alasan utamanya:
1. Kemampuan Bertahan Hidup yang "Super"
Ikan sapu-sapu memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa. Mereka bisa hidup di air dengan kadar oksigen rendah dan polusi tinggi. Di saat ikan lokal mati karena limbah, sapu-sapu justru mendominasi perairan tersebut.
2. Merusak Rantai Makanan Lokal
Ikan ini adalah pemakan segalanya (omnivora). Selain memakan lumut, mereka sering kali memangsa telur ikan lain dan larva serangga air. Hal ini menyebabkan populasi ikan asli (seperti ikan mujair atau gabus) menurun drastis karena gagal berkembang biak.
3. "Buldoser" Sungai yang Merusak Tanggul
Secara fisik, ikan sapu-sapu gemar membuat lubang di pinggiran sungai atau danau untuk bersarang. Kebiasaan ini menyebabkan:
Erosi dinding sungai.
Struktur tanggul menjadi rapuh.
Air menjadi lebih keruh karena aktivitas penggalian mereka.
4. Tidak Punya Predator Alami
Di Indonesia, hampir tidak ada hewan air yang memangsa ikan sapu-sapu. Kulitnya yang keras seperti pelat baja dan siripnya yang berduri tajam membuat predator seperti burung air atau ikan besar enggan menyantapnya. Akibatnya, populasi mereka meledak tanpa kendali.
5. Kerugian bagi Nelayan Tradisional
Bagi para nelayan, ikan ini adalah mimpi buruk. Sapu-sapu sering kali tersangkut di jaring dan merusaknya dengan duri-duri tajam mereka. Selain itu, karena nilai ekonomisnya rendah, nelayan sering kali mendapati jaring mereka penuh dengan "sampah hidup" ini alih-alih ikan konsumsi.
Catatan Penting: "Jangan pernah melepas ikan sapu-sapu dari akuarium ke sungai. Jika sudah tidak ingin memeliharanya, lebih baik berikan kepada penghobi lain atau dimusnahkan secara layak demi menjaga kelestarian ekosistem kita"
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....