Siomay Murah Meriah: Kenali Risiko Penggunaan Ikan Sapu-Sapu

  • 29 Jan 2026 20:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Siapa yang bisa menolak gurihnya siomay hangat di pinggir jalan? Namun, di balik harganya yang miring dan teksturnya yang kenyal, masyarakat diimbau untuk lebih jeli. Belakangan, isu penggunaan daging ikan sapu-sapu sebagai pengganti ikan tenggiri kembali mencuat di beberapa kota besar.

Mengapa Ikan Sapu-Sapu?

Ikan yang memiliki nama asli Loricariidae ini sering menjadi pilihan oknum pedagang nakal karena beberapa alasan:

  • Harga Sangat Murah: Jauh di bawah harga tenggiri atau ikan kakap.

  • Tekstur Mirip: Dagingnya memiliki karakteristik serat yang padat, sehingga menghasilkan siomay yang kenyal tanpa banyak tambahan tepung.

  • Mudah Didapat: Ikan ini mampu bertahan hidup di perairan dengan kualitas buruk sekalipun.

Bahaya Tersembunyi di Balik Gurihnya

Meski secara biologis dagingnya bisa dimakan, masalah utama terletak pada habitatnya. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai "penyerap polutan". Jika ditangkap dari sungai yang tercemar limbah industri, daging ikan ini berpotensi mengandung logam berat tingkat tinggi, seperti:

  1. Merkuri (Hg)

  2. Timbal (Pb)

  3. Kadmium (Cd)

Mengonsumsi makanan yang tercemar logam berat secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, kerusakan saraf, hingga risiko kanker dalam jangka panjang.

Cara Membedakan Siomay Ikan Sapu-Sapu

Sulit memang membedakannya hanya dari rasa karena bumbu kacang sering kali menutupi segalanya. Namun, Anda bisa memperhatikan ciri berikut:

  • Warna: Siomay cenderung berwarna lebih gelap atau kusam, tidak putih bersih seperti ikan tenggiri.

  • Aroma: Memiliki bau amis yang lebih tajam atau terkadang tercium aroma tanah/lumpur yang kuat.

  • Harga: Curigai jika harga yang ditawarkan sangat jauh di bawah standar pasar (terlalu murah untuk porsi yang besar).

Jadilah pembeli yang cerdas dengan berlangganan pada pedagang yang sudah terpercaya atau memiliki sertifikasi laik sehat. Kesehatan jangka panjang jauh lebih berharga daripada sepiring siomay murah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....